10 December 2017

Tidak Ada Ucapan Selamat Untuk Pelantikan PC IPNU IPPNU Banyumas

Berose bersama Ketua PP IPNU 


Tidak Ada Ucapan Selamat Untuk Pelantikan PC IPNU IPPNU Banyumas 


Pelantikan menjadi pertanda bahwa sebuah kepengurusan baru sebuah organisasi sayap pelajar Nahdlatul Ulama telah sah secara legal dan formal. 

Diterbitkannya surat pengesahan atau (SP) menjadi bukti dokumentasi bahwa pengurus baru organisasi paling mbontot dibawah asuhan Nahdlatul Ulama itu sah menjalankan tugasnya. 

Minggu, 10 Desember 2017 kemarin, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Banyumas kemarin, telah dilantik oleh PW IPNU Jawa Tengah. 

Sekitar 60an lebih pelajar mengikuti pelantikan tersebut, (maaf saya tidak bisa menyebutka namanya satu persatu) dengan begitu sekitar 60an pelajar yang terpilih menjadi pengurus IPNU dan IPPNU telah Sah menjadi Pejabat IPNU IPPNU Banyumas.

Banyak yang mengucapkan selamat dan sukses atas pelatikan tersebut, namun saya pribadi.....

Tidak mengucapan selamat dan sukses atas dilantiknya pengurus baru Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Banyumas. 

Prosesi pelantikan IPNU Banyumas 

Saya juga tidak mengucapan selamat dan sukses atas dilantiknya pengurus baru Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Banyumas. 

Prosesi pelantikan IPPNU Banyumas 


Bukan karena saya tidak suka ataupun apa, saya juga IPNU masa saya tidak suka dengan diri saya sendiri, kepada IPPNU apalagi, jujur saja saya malah sangat mencintainya. 


Saya hanya "Mengapresiasi" mereka saja,tidak lebih tidak kurang, hanya itu..


Jangan lupa, Belajar, Berjuang dan Bertaqwa rekan-rekanita.


(Kifayatul Ahyar) 

Labels: , ,

29 October 2017

GMNU Ajibarang Melek Literasi

IPNU IPPNU Ajibarang sebagai bagian penting dari Generasi Muda Nahdlatul Ulama Kecamatan Ajibarang harus melek liteasi.



"Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah, "

Quotes dari Imam Ghozali itu dikutip oleh Gus Eron, Pengasuh Rubrik Daras luarKotak.id sebagai pembuka acara pelatihan jurnalistik yang digelar untuk memperingati hari santri nasional, Sabtu siang (21/10) di Pendopo Desa Pandansari Kecamatan Ajibarang.

Acara pelatihan jurnalistik yang helat oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ajibarang    tersebut menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan akbar Jambore hari santri 2017 Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Ajibarang yang dimulai sejak Jum'at (20/10) hingga Ahad (22/10).

Dengan mnggadeng media literasi lokal bernama luarKotak. Acara pelatihan yang diikuti oleh ratusan santri se kecamatan Ajibarang tersebut berlangsung dengan santai, penuh guyonan dan keakraban.

Tradisi baca tulis atau literasi dikalangan santri, khususnya di kalangan pelajar NU Kecamatan Ajibarang yang dirasa semakin hari semakin berkurang atau bahkan nyaris hilang kini mencoba dibangkitkan kembali secara berlahan.

"Hal itu yang menjadi dasar bagi kami untuk mengadakan acara ini," ucap Dony, Ketua IPNU Ajibarang "Kami ingin, membangkitkan kembali semangat literasi dikalangan kami," tambahnya.

Kemesraan antara dunia santri dan literasi sebenarnya bukanlah hal baru, sejak dulu keduanya sudah saling akrab dan menjalin hubungan erat. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya kitab-kitab karya ulama nusantara yang hinga saat ini masih sering dikaji oleh para santri.

Banyak kitab-kitab karya ulama nusantara tersebut membuktikan bahwa kemampuan literasi mereka bukan hanya isapan jempol belaka, melainkan sudah menjadi tradisi dan budaya yang harus kita jaga.

Santri zaman now juga harus melek literasi, melek dalam arti bisa dan mampu menciptakan sebuah karya tulis, entah itu cerpen, artikel, opini, berita bahkan sampai karya tulis ilmiah.  Pendek kata : santri zaman now harus bisa menulis. Apalagi ditengah-tengah semrawutnya arus informasi media sosial yang kian banyak memunculkan hoax, santri zaman now harus cerdas mengolahnya.

Salah satu cara mengolahnya adalah dengan menggiatkan kembali semangat membaca dan menulis. Semangat literasi yang tinggi inilah yang menjadi modal awal santri zaman now untuk tetap eksis, menyuarakan pesan-pesan kyai yang menyejukkan untuk membangun peradaban yang lebih baik.

Di akhir sesi pelatihan, Susanto pengasuh rubrik riwayat luarKotak kembali menegaskan kepada para santri untuk gemar menulis. "Menulislah, maka kau abadi," tegasnya mengakhiri sesi pelatihan siang itu.

Labels: , ,

20 October 2017

Film Sang Kiai, Hipnotis Ribuan Santri Peserta Jambore GMNU Ajibarang

Film Sang Kiai, Hipnotis Ribuan Santri Peserta Jambore GMNU Ajibarang


Sesi pemutaran film Sang Kiai oleh panitia kegiatan jambore hari santri GMNU Ajibarang, Sabtu (20/8) malam, berhasil menghipnotis ribuan santri peserta jambore untuk menontonnya.

Film dokumenter yang menceritakan tentant sejarah Nahdlatul Ulama dalam mengobarkan resolusi jihad itu memang layak ditonton, kata Kordinator GMNU Ajibarang Slamet IA ketika ditemui disela-sela acara.

Pasalnya, film tersebut memberikan banyak pengetahuan tentang sejarah Nahdlatul Ulama dalam membela kemerdekaan Indonesia. Lanjut Slamet.

Seperti telah banyak diketahui, banyak sejarah Nahdlatul Ulama yang seoalah-olah ditutupi dan tidak dipublikasikan, melalui nonton barang film Sang Kiai, kita berikan pelajaran sejarah kepada mereka.

"Sejarah yang tak pernah didapatkan di bangku sekolah," Jelas pria yang akrab disapa Sang Gembala.



Kifayatul Ahyar 

Labels: , , ,

Ribuan Santri Ikuti Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang


Ribuan Santri Ikuti Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang


Ribuan santri dari berbagai lembaga pendidikan NU se Kecamatan Ajibarang mengikuti kegiatan Jambore Hari Santri Nasional Generasi Muda Nahdlatul Ulama  (GMNU) Ajibarang. Di Lapangan Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas, Jum'at - Ahad (20 - 22/8).

Selain santri, jambore tersebut juga diikuti oleh kader-kader IPNU IPPNU, GP Ansor, Banser, Fatayat, dan Fatser yang tergabung dalam Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdlatul Ulama (FK GMNU) KecamatannAjibarang.

Kunarso, ketua panita kegiatan dalam sambutannya mengatakan "Kegiatan Jambore Hari Santri ini bertujuan untuk mengenang peristiwa resolusi jihad para santri dan kiai 22 Oktober" katanya.

Selain itu juga untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang telah gugur dalam jihad mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia. Lanjut Kunarso dihadapan ribuan peserta jambore, Jum'at sore (20/8).

Slamet Ibnu Ansori, Kordinator Generasi Muda NU Ajibarang berharap, kepada seluruh peserta yang mengikuti untuk menggunakan acara jambore ini sebagai tempat silaturahmi dan konsolidasi antar badan otonom dan selalu nahdliyin di Kecamatan Ajibarang.

"Intinya, harus menggunakan momentum ini untuk saling bersilaturahmi dan merapatkan barisan," kata Slamet ketika ditemui usai upacara pembukaan jambore.

Slamet juga berpesan, kepada seluruh peserta jambore agar mengikuti semua kegiatan yang ada dari awal, sampai penutupan.


Kifayatul Ahyar 

Labels: , , ,

19 October 2017

Ayo Ikut, Contest Selfie dan Foto Apik Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang 2017


Lomba Selfie Dan Foto Kegiatan Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang 2017


Memeriahkan kegiatan Jambore Hari Santri Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Ajibarang yang akan digelar di Lapangan Desa Pandansari Kecamatan Ajibarang, Jumat - Ahad 20-22 Oktober 2017.

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ajibarang mengelar lomba selfie dan foto kegiatan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Peserta adalah warga NU Kecamatan Ajibarang, baik dari unsur Badan Otonom ( IPNU IPPNU, Fatayat, GP Ansor, Muslimat, NU) semuanya boleh ikut.
2. Foto diambil pada saat kegiatan berlangsung, dari mulai pembukaan sampai penutupan.
3. Upload foto yang kalian ke Instagram lalu dishare ke Facebook kalian atau di Facebook langsung
4. Cantumkan Hastag #JamboreHariSantri #GMNUAjibarang serta nama banom yg kalian ikuti
5. Berikan caption yg menarik pada foto yang kalian upload
6. Boleh meng upload lebih dari satu foto
7. Editing boleh, asal tidak berlebihan
8. Boleh menggunakan kamera apa saja, termasuk kamera ponsel

Unsur penilaian : Keindahan, Komposisi, dan Ke orisinilan foto. Juga dari banyak Like serta komentar yang ada.

Juri Lomba : Mas Boby (Alumni Institut Kesenian Jakarta) Serta dari unsur PAC IPNU IPPNU Ajibarang

10 Foto terbaik akan mendapatkan bingkisan dari Panitia Lomba

Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Jangan ragu-ragu, ayo segera Upload foto kalian. Jangan lupa cantumkan hastag dan caption yang menarik.

Selamat menjepret.

Info wa (087837093735).









Labels: , ,

13 March 2017

Kata Pengantar Konfrancab IPNU Ajibarang

Kata Pengantar Konfrancab IPNU Ajibarang


Satu periode berselang sudah hampir dirampungkan. Masa jabatan kepengurusan sudah harus diparipurnakan. Demisioner otomatispun mulai dihawatirkan. Kekosongan kekuasaan atau vakum kepengurusan menjadi ancaman serius, yang tak boleh biarkan.

Waktu konfrancab mulai diperdebatkan. Tempat konfrancab dipertimbangkan. Peserta konfrancab mulai dicatatkan. Ranting dan komisariatpun berusaha dihidupkan atau paling tidak ada perwakilan.

Kepanitian sudah terbentuk. Dari ketua panita hinga seksi konsumsi sampai seksi huru hara sudah ada. Konsep konfrancab harus dirancang dengan matang. Dari Pembukaan hingga ahir penutupan. Tak lupa berbagi hiburan juga harus di tampilkan, dengan begitu panggung kebesaran pun harus dibuat besar dan menawan, juga sond sistem harus kualitas ngeBass, supaya tidak ada yang kecewa dengan hasil suaranya.

Namun, rapat pleno dan sidang komisi pun juga tak boleh dilupakan. Serta laporan pertanggung jawaban (LPJ) juga harus disampaikan dengan elegan. Pandangan umum juga dibebaskan dan pemilihan ketua pun harus verr dilakukan, jurdil benar-bener kita lakukan bukan sekedar diomongkan. Karena konfrensi adalah belajar berdemokrasi.

Iya, konfrensi adalah belajar berdemokrasi. Belajar rempug sana rempug sini. Belajar tampil menyalon kan diri. Belajar strategi. Belajar administasi. Belajar..belajar..dan belajar. Karena IPNU adalah PELAJAR , dan pelajar berarti harus BELAJAR.

Asas demokrasi harus kita junjung tinggi, hak politik seseorang juga harus dibebaskan, hak memilih dan dipilih harus dibuka selebar lebarnya bagi setip warga IPNU dan IPPNU.

Tidak penting siapa yang nanti menyalonkan diri, tidak penting juga siapa pemenangnya nanti. Yang terpenting kita harus tetap belajar, dengan mengikuti setiap proses konfrensi yang terjadi, dan kalau bisa menuliskanya didalam buku catatan agar bisa terabadikan.

Kifayatul Ahyar
Kordinator Departemen Pengkaderan IPNU Ajibarang.

Labels:

08 January 2017

Grengseng Makesta IPNU Ranting Jingkang

Grengseng Makesta IPNU Ranting Jingkang
Dalam sebuah organisasi, baik itu organisasi formal, non formal, semi formal atau yang agak ke formal-formal an. Kaderisasi menjadi sebuah hal vital yang harus di pikirkan secara masak-masak, karena menyangkut masa depan organisasi di waktu yang akan datang. Sebab manusia tidak akan hidup selamanya,tetapi ide-ide tentang kemanusian itu harus tetap ada, bahkan harus berkembang mengikuti zaman yang dilaluinya.
Pendek kata : Kita harus selalu mempersiapkan generasi penerus kita, yang nantinnya akan meneruskan kita menjalankan roda organisasi yang kita miliki.
Krisis kaderisasi yang sedang kita alami tentunya menjadi PR tersendiri yang harus kita garap dengan sungguh-sungguh, kususnya kaderisasi dalam konteks IPNU-IPPNU. Kader-kader kita mungkin banyak, tetapi kader yang benar-benar memahami organisasi mungkin hanya satu dua orang saja, masih sukur ada satu dua orang yang paham, jika sudah tidak ada yang paham, mau bagimana lagi coba?
Nah, salah satu solusinya adalah dengan MAKESTA ( Masa kesetian anggota ) yang menjadi sebuah pintu gerbang awal untuk masuk kerumah besar bernama IPNU-IPPNU, walaupun maksata tidak begitu menjamin bisa membuat kader-kader yang berkualitas dalam waktu yang begitu singkat, tapi setidaknya dengan adanya makesta, kita sudah memulai membuka pintu gerbang kaderisasi kita dan untuk selebihnya, justru sesudah makesta itulah sejatinya proses makesta itu baru dimulai.
Karena hakikat dari makesta itu bukan terletak pada prosesi pembukan sampai penutupan saja, tetapi seudah makesta itulah makesta yang sesungguhnya baru dimulai.
Maka dari itu, Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Jingkang bermaksud mengadakan Makesta untuk bersama-sama membuka pintu gerbang kaderisasi yang ada. Dengan mengambil tema "MENJADI PINTAR DI ZAMAN EDAN" Makesta tersebut ingsa Alloh akan berlangsung pada hari Sabtu-Minggu tangal 14-15 Januari 2017, bertempat di gedung MI Ma'arif NU 1 Jingkang, yang berada tepat di gerumbul karang nangka.
Dengan demikian, kami bermaksud mengundang rekan dan rekanita semua untuk hadir dan turut serta membantu, baik tenaga dan fikiranya guna mensukseskan kegiatan makesta tersebut.
Sekian...
Karangnangka, 10 Januari 2017

Labels:

19 September 2016

Grengseng Konfrancab Ajibarang




Grengseng Konfrancab Ajibarang

Ini bukan soal siapa calonnya, bukan juga soal siapa pemenangnya, siapa yang paling ber pengaruh, siapa yang punya masa, dan siapa yang pantas duduk sebagi orang nomer satu di kancah ke IPNU IPPNU an ajibarang.

Ini bukan soal loyalitas, bukan juga soal kuantitas, apalagi sampi soal kualitas. Bukan sebarapa besar rasa memiliki, rasa cinta dan pengabdian mereka terhadap organisai.
Ini buakn soal ilmu, soal pengalaman, soal pemahaman, soal kecerdasan dan soal siapa yang paling menegerti tentang organisasi.

Karena IPNU ya IPNU. IPPNU ya IPPNU. Sudah itu saja, tak perlu ribet panjang lebar bicara generasi bangsa, yang bla bla bla bla bla bla. Karena IPNU ya IPNU, IPPNU ya IPPNU. Sudah itu saja, Selesai.

Dan, ketika sudah menjelang akhir periode masa pemerintah, semua seolah muncul kepermukan,  ada yang malu-malu kucing, ada yang secara terang-terangan siap, ada juga yang sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk maju di konfrensi.
Semuanya benar dan itu tak salah karena kita semua dalam sebuah proases yang di sebut dengan belajar.

Ada juga yang sedari dulu jarang terlihat, - Maaf aku menyebutnya ghoib- . bahkan tak terlihat sedikit pun batang hidungnya. Tiba-tiba dan entah sedang kesambet apa, sekarang semangatnya membara, mengebu-gebu melebihi pada saat dulu.
Dan yang menarik, yang dulu terang terangan memisahkan diri dari ini sekarang berbalik 69 derajat menyatu dengan itu.

Yang penting masih bercerita tentang Ilmu, tentang IPNU, bukan hanya kulitnya saja tapi harus pahami isinya.
Tembaklah hatinya, jagan lukai dadanya.

Kaliwungu, 19 September 2016

Labels: