30 May 2017

Kerancuan Cerita Balada Cinta Rizieq Firza

Kerancuan Cerita Balada Cinta Rizieq Firza


Sumber : Google 

Sebagai seorang yang bisa dikatakan dengan gemar membaca, baik itu membaca buku kumpulan cerita yang tak bisa dilogika, sampai novel senja hinga ada apa dengan cinta, atau malah bisa jadi membaca situasi di taman kota yang kadang sedap-sedap dipandang mata.

Saya selalu menikmati apa yang saya baca, walau kadang saya sendiri berontak ketika terjadi keanehan atau kejangalan dengan jalannya cerita yang disuguhkan, tetapi sekali lagi saya hanya pembaca, bukan pengarang cerita, jadi mau tidak mau saya harus mengikuti setiap detail kata tersusun didalam cerita tersebut.

Seperti kisah didalam cerita yang sedang viral dimana-mana dengan judul "Balada Cinta Rizieq Firza" itu, menurut saya banyak terjadi kejanggalan dan kerancuan. Sekali lagi itu menurut saya, menurut sampean pada mungkin berbeda.

Begini kejanggalan dan kerancuan cerita Balada Cinta Rizieq Firza yang saya himpun dan saya olah dari berbagi sumber berita.

Sejak munculnya secreenshot pembicaraan dan visual melalui pesan chat Whatsapp antara Firza Husien dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizeiq Shihab di media social, memang banyak mengundang pertanyaan dan respon dikalangan nitizen. Baik respon yang pro maupun yang kontra.

Bahkan baik Rizieq dan Firza pun juga langsung merespon dengan membantah bahwa dugaan pembicaraan atau chat visual mesum  itu bukan dilakukan oleh mereka berdua. Melainkan palsu atau hoax  dan fitnah belaka.

Namun anehnya dalam visual yang sempat beredar dan menjadi viral dimedia social itu sangat mirip dengan apa yang ada ditempat kediaman Firza ketika pihak Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dikediaman Firza.

Dan yang lebih anehnya lagi, seperti yang dikatakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, jika Firza Husein dan Habib Rizieq Shihab merasa difitnah melalui penyebaran konten porno dimedia social, baiknya mereka membuat pengaduan ke polisi, namun keduanya diam saja dan tidak membuat pengaduan apa-apa kepada pihak Polisi.

Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan dikalangan masyarakat kelas bawah seperti saya, ada apa dengan Rizieq dan Firza?

Masyarakat pun menjadi berandai andai, apa munkin konten akun porno yang tersebar di dunia maya itu benar  dilakukan oleh mereka berdua, atau apa saja lah. Embuh.

Namun, jika dilihat dari sikap Rizieq yang sering terlihat berapi-api dalam menanggapi sesuatu hal, alangkah anehnya lagi jika Rizieq yang merasa difitnah itu, tidak mengadukan hal pemfitnahan terhadap dirinya kepada pihak Polisi.

Kecurigaan masyarakat terhadap konten yang bernuansa pornografi  yang telah menyeret nama Rizieq Sihab dan Firza Husain itu memang ada dugaan dilakukan keduanya semakin menebal. Ketebalannya bisa dilihat Ketika pihak Polisi menyatakan akan mengkonfrotir Rizieq dan Firza dalam pemeriksaan.

Alih alih merasa terancam senaiper Imam Besar FPI itu, malah kabur, pergi keluar negeri  bersama dengan keluarganya.

Menurut pengacaranya, Semula dikatakan bahwa kepergian Habib Riziek bersama keluarganya adalah ketanah suci untuk melaksanakan ibadah Umroh  atas undangan Raja Arab Saudi, Salman Bin Azis al-Suud. Namun belakangan tersiar kabar bahwa Habib Rizieq bukannya ketanah suci tapi melainkan dinegara Malaysia. Lagi- lagi kata pengacaranya beliau memang ke Malaysia untuk menyelesaikan Kuliah Doktornya.

Sedang disisi yang lain pengacaranya mengatakan Habib Riziek Shihab, tidak akan kembali ketanah air, jika persoalan yang mengancam dirinya benar benar telah aman. Dan kabar terahir dia akan pulang, namun minta dijemput ribuan masa di bandara.

Bagaimanakah ending dari kisah Balada Cinta Rizieq Firza? Silahkan tebak sendiri saja..

Bersambung.

( Diolah dari berbagi sumber, 30 Mei 2017 )

Labels: ,

29 May 2017

Ramadhan, Tumben dan Mumpung

Ramadhan, Tumben dan Mumpung




Ramadhan itu Ramadhan. Bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, atau orang jawa (Red. Jingkang) sering menyebutnya dengan ”Wulan Puasa”. Puasa itu puasa. Sila ke empat dari lima Sila yang harus kita pelajari, kita mengerti, dan kita amalkan, dengan sebaik-baiknya, dari lahir maupun batin. Pendek kata ”Rukun islam”

Puasa itu ibadah yang di wajibkan oleh Tuhan sebagi salah satu syarat utama seorang manusia diakui menjadi muslim. Semuanya pasti sudah tahu, Wajib, jika diartikan harus berarti harus berpuasa apabila tidak maka berdosa. Sesuai dengan tata atura-Nya.

Ramadhan dan puasa bak sepasang kekasih yang tidak bisa di piashkan, seperti Adam dan Hawa atau si majnun Qais dan laila. Saling lengkap dan melngkapai. Walau dalam hal-hal tertentu puasa sering nyempil di hari-hari selain ramadan, dan itu disunahkan.

Tetapi saya tidak akan membahas jauh soal itu, pertama saya bukan orang yang pas menjelaskan itu, kedua Ada banyak Kyai, Ustadz, dan Gus yang lebih pas untuk menguraikanya. Salam Takdzim yai.

Saya cuma sedikit mau nyenggol soal sesuatu yang saya lihat dan dengar dengan mata telinga saya, sebagai sebuah fenomena yang, saya namakan ”Tumben” dan ”Mumpung”.

Begini ceritanya, suatu hari di awal ramadan saya bertemu dengan wak sulam. Maka percakapan terjadi diantara kami.

”Wak sampeyan ko Tumben jadi rajin ke masjid sekarang,” Tanya ku

”Iya mumpung, bulan ramadan, katanya ganjaranya dilipat gandakan,” Jawab wak sulam dengan entengnya.

Padahal saya sendiri tau, jika biasanya wak sulam jarang sekali ke masjid, bahkan hanya sekali ke masjid dalam seminggu untuk sholat jum’at. Itupun jika dia sedang tak dinas luar kota.

Ramadan memang di kampanyekan dengan bulan penuh berkah, bulan penuh pahala, bulan penuh ampunan, pahalanya dilipat gandakan oleh Tuhan. Tapi apakah kita harus menganaktirikan bulan-bulan-bulan yang lainya. Tentu tidak kan.

Saat bulan ramadan datang seolah-olah semua manusia menjadi mendadak menjadi  ngalim, tatat, dan rajin melakukan ibadah kepada Tuhan yang Maha Kasih.

”Kang, ayo ikut tadarus di masjid, mumpung bulan Ramadan," Ajak wak sulam

”He he he, tumben wak, Jenengan ngajak saya ke masjid, biasanya kan ngajak saya main catur sama nonton bola,” Jawab saya sambil tersenyum kecil kepadanya

Ramadan, memang benar bulan penuah berkah, semuanya tersihir untuk banyak beribadah didalmnya. Wak sulan mungkin hanya contoh kecil yang bisa saya tulis. Masih banyak wak sulan, wak sulam yang lainya.

Semoga Wak sulam benar-benar manusia yang mendapat berkah-Nya. Sedangkan aku masih tetap menunggu berkah dari-Nya.



Ditulis pada 7 Ramadhan 1437

Labels: