29 October 2017

GMNU Ajibarang Melek Literasi

IPNU IPPNU Ajibarang sebagai bagian penting dari Generasi Muda Nahdlatul Ulama Kecamatan Ajibarang harus melek liteasi.



"Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah, "

Quotes dari Imam Ghozali itu dikutip oleh Gus Eron, Pengasuh Rubrik Daras luarKotak.id sebagai pembuka acara pelatihan jurnalistik yang digelar untuk memperingati hari santri nasional, Sabtu siang (21/10) di Pendopo Desa Pandansari Kecamatan Ajibarang.

Acara pelatihan jurnalistik yang helat oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ajibarang    tersebut menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan akbar Jambore hari santri 2017 Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Ajibarang yang dimulai sejak Jum'at (20/10) hingga Ahad (22/10).

Dengan mnggadeng media literasi lokal bernama luarKotak. Acara pelatihan yang diikuti oleh ratusan santri se kecamatan Ajibarang tersebut berlangsung dengan santai, penuh guyonan dan keakraban.

Tradisi baca tulis atau literasi dikalangan santri, khususnya di kalangan pelajar NU Kecamatan Ajibarang yang dirasa semakin hari semakin berkurang atau bahkan nyaris hilang kini mencoba dibangkitkan kembali secara berlahan.

"Hal itu yang menjadi dasar bagi kami untuk mengadakan acara ini," ucap Dony, Ketua IPNU Ajibarang "Kami ingin, membangkitkan kembali semangat literasi dikalangan kami," tambahnya.

Kemesraan antara dunia santri dan literasi sebenarnya bukanlah hal baru, sejak dulu keduanya sudah saling akrab dan menjalin hubungan erat. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya kitab-kitab karya ulama nusantara yang hinga saat ini masih sering dikaji oleh para santri.

Banyak kitab-kitab karya ulama nusantara tersebut membuktikan bahwa kemampuan literasi mereka bukan hanya isapan jempol belaka, melainkan sudah menjadi tradisi dan budaya yang harus kita jaga.

Santri zaman now juga harus melek literasi, melek dalam arti bisa dan mampu menciptakan sebuah karya tulis, entah itu cerpen, artikel, opini, berita bahkan sampai karya tulis ilmiah.  Pendek kata : santri zaman now harus bisa menulis. Apalagi ditengah-tengah semrawutnya arus informasi media sosial yang kian banyak memunculkan hoax, santri zaman now harus cerdas mengolahnya.

Salah satu cara mengolahnya adalah dengan menggiatkan kembali semangat membaca dan menulis. Semangat literasi yang tinggi inilah yang menjadi modal awal santri zaman now untuk tetap eksis, menyuarakan pesan-pesan kyai yang menyejukkan untuk membangun peradaban yang lebih baik.

Di akhir sesi pelatihan, Susanto pengasuh rubrik riwayat luarKotak kembali menegaskan kepada para santri untuk gemar menulis. "Menulislah, maka kau abadi," tegasnya mengakhiri sesi pelatihan siang itu.

Labels: , ,

28 October 2017

Catatan Kecil Kegiatan Hari Santri GMNU Ajibarang



Tepat seminggu yang lalu, kita bersama-sama melakukan upacara atau apel untuk menggenang peristiwa heroik resolusi jihad para kiai dan santri mempertahankan kemerdekaan Indonesia, apel tersebut menjadi menjadi puncak dari semua rangkaian kegiatan jambore hari santri 22 Oktober 2017 yang digelar oleh Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdlatul Ulama Kecamatan Ajibarang.

Jambore hari santri adalah sebuah event besar, event yang melibatkan hampir seluruh komponen Nahdlatul Ulama di Kecamatan Ajibarang. Dari mulai pelajar hingga orang tua, tua dan muda, remaja dan pemuda, hingga pedagang kopi, roti martabak,pop ice, sampai nasi bungkus juga ikut terlibat.

Media pun berbondong-bondong datang, meliput kegiatan dan memberitakan semua hal yang terjadi dalam event tersebut. Media nasional, lokal, hinga blog berita ecek-ecek juga tak kalah menuliskannya. Sehingga, kegiatan yang nyatanya sudah besar, menjadi semakin besar pula berkat media.

Tentunya plus minus media juga ada, namun tak akan saya bahas sekarang, karena tentunya banyak yang sudah paham, dan takutnya tulisan ini menjadi semakin berkembang ora genah, sehingga membuat orang gagal paham.

* * * * *

Hari Santri, diambil dari kata santri,  menurut pangendikane KH Mustofa Bisri (Gus Mus) Bukan hanya mereka yang di pesantren, melainkan siapapun orang yg gemar mengaji adalah santri. Kalau kau gemar mengaji, berarti kau adalah santri. Yah walaupun ngajinya cuma tiap malam jumat manis di Masjid Mabbaul ulum Ajibarang Kulon, gak apa-apa, kalian tetap Santri.

Nah, mumpung masih dalam suasana mambu hari santri, mari kita rayakan hari rayanya orang-orang yang gemar mengaji itu dengan menggiatkan kembali budaya diskusi keilmuan melalui berbagi macam forum, salah satunya jumat manisan atau forum forum kecil yang lain yang serat akan keilmuan di Kecamatan Ajibarang.


Angkat cangkir kopinya kawan...



Kifayatul Ahyar 

Labels: ,

20 October 2017

Film Sang Kiai, Hipnotis Ribuan Santri Peserta Jambore GMNU Ajibarang

Film Sang Kiai, Hipnotis Ribuan Santri Peserta Jambore GMNU Ajibarang


Sesi pemutaran film Sang Kiai oleh panitia kegiatan jambore hari santri GMNU Ajibarang, Sabtu (20/8) malam, berhasil menghipnotis ribuan santri peserta jambore untuk menontonnya.

Film dokumenter yang menceritakan tentant sejarah Nahdlatul Ulama dalam mengobarkan resolusi jihad itu memang layak ditonton, kata Kordinator GMNU Ajibarang Slamet IA ketika ditemui disela-sela acara.

Pasalnya, film tersebut memberikan banyak pengetahuan tentang sejarah Nahdlatul Ulama dalam membela kemerdekaan Indonesia. Lanjut Slamet.

Seperti telah banyak diketahui, banyak sejarah Nahdlatul Ulama yang seoalah-olah ditutupi dan tidak dipublikasikan, melalui nonton barang film Sang Kiai, kita berikan pelajaran sejarah kepada mereka.

"Sejarah yang tak pernah didapatkan di bangku sekolah," Jelas pria yang akrab disapa Sang Gembala.



Kifayatul Ahyar 

Labels: , , ,

Ribuan Santri Ikuti Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang


Ribuan Santri Ikuti Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang


Ribuan santri dari berbagai lembaga pendidikan NU se Kecamatan Ajibarang mengikuti kegiatan Jambore Hari Santri Nasional Generasi Muda Nahdlatul Ulama  (GMNU) Ajibarang. Di Lapangan Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas, Jum'at - Ahad (20 - 22/8).

Selain santri, jambore tersebut juga diikuti oleh kader-kader IPNU IPPNU, GP Ansor, Banser, Fatayat, dan Fatser yang tergabung dalam Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdlatul Ulama (FK GMNU) KecamatannAjibarang.

Kunarso, ketua panita kegiatan dalam sambutannya mengatakan "Kegiatan Jambore Hari Santri ini bertujuan untuk mengenang peristiwa resolusi jihad para santri dan kiai 22 Oktober" katanya.

Selain itu juga untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang telah gugur dalam jihad mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia. Lanjut Kunarso dihadapan ribuan peserta jambore, Jum'at sore (20/8).

Slamet Ibnu Ansori, Kordinator Generasi Muda NU Ajibarang berharap, kepada seluruh peserta yang mengikuti untuk menggunakan acara jambore ini sebagai tempat silaturahmi dan konsolidasi antar badan otonom dan selalu nahdliyin di Kecamatan Ajibarang.

"Intinya, harus menggunakan momentum ini untuk saling bersilaturahmi dan merapatkan barisan," kata Slamet ketika ditemui usai upacara pembukaan jambore.

Slamet juga berpesan, kepada seluruh peserta jambore agar mengikuti semua kegiatan yang ada dari awal, sampai penutupan.


Kifayatul Ahyar 

Labels: , , ,

19 October 2017

Ayo Ikut, Contest Selfie dan Foto Apik Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang 2017


Lomba Selfie Dan Foto Kegiatan Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang 2017


Memeriahkan kegiatan Jambore Hari Santri Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Ajibarang yang akan digelar di Lapangan Desa Pandansari Kecamatan Ajibarang, Jumat - Ahad 20-22 Oktober 2017.

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ajibarang mengelar lomba selfie dan foto kegiatan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Peserta adalah warga NU Kecamatan Ajibarang, baik dari unsur Badan Otonom ( IPNU IPPNU, Fatayat, GP Ansor, Muslimat, NU) semuanya boleh ikut.
2. Foto diambil pada saat kegiatan berlangsung, dari mulai pembukaan sampai penutupan.
3. Upload foto yang kalian ke Instagram lalu dishare ke Facebook kalian atau di Facebook langsung
4. Cantumkan Hastag #JamboreHariSantri #GMNUAjibarang serta nama banom yg kalian ikuti
5. Berikan caption yg menarik pada foto yang kalian upload
6. Boleh meng upload lebih dari satu foto
7. Editing boleh, asal tidak berlebihan
8. Boleh menggunakan kamera apa saja, termasuk kamera ponsel

Unsur penilaian : Keindahan, Komposisi, dan Ke orisinilan foto. Juga dari banyak Like serta komentar yang ada.

Juri Lomba : Mas Boby (Alumni Institut Kesenian Jakarta) Serta dari unsur PAC IPNU IPPNU Ajibarang

10 Foto terbaik akan mendapatkan bingkisan dari Panitia Lomba

Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Jangan ragu-ragu, ayo segera Upload foto kalian. Jangan lupa cantumkan hastag dan caption yang menarik.

Selamat menjepret.

Info wa (087837093735).









Labels: , ,

15 October 2017

Menyambut Gagap Gempitanya Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang



Di kotaku, persiapan untuk merayakan harinya orang-orang yang identik dengan peci,sarung,kitab kuning, dan pesantren itu sudah dilakukan jauh-jauh hari. Bukan hanya sebulan atau dua bulan, melainkan sejak hampir setahun silam, perencanaan kegiatan akbar itu mulai digerengseng kan.

Dengan memanfaatkan aplikasi pesan chat berbasis group, disebuah platform media sosial bernama WhatsApp yang sekarang berkembang pesat bak jamur dimusim penghujan, kegiatan akbar memperingati hari santri Nasional itu komunikasikan.

Hari demi hari, bulan demi bulan dilewati. Dua purnama seperti didalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) mungkin terlalu lama. Melainkan hanya berselang satu bulan sebelum hari H pelaksanaan, terbentuk kepanitiaan yang akan menjadi lakon sekaligus sutradara dalam hajat akbar memperingati resolusi jihad para santri dan kiai.

Tak main-main rupanya, seperti namanya Generasi Muda Nahdlatul Ulama, generasi dimana idealisme menjadi tolak ukur pemikiran mereka, dalam spektrum yang kecil, mereka pernah menggentarkan panggung karnaval Ajibarang yang dihelat oleh pemerintah Kecamatan untuk memperingati hari kemerdekaan.

Disaat yang lain dengan sangat PD nya menampilkan kehebatan yang mereka miliki, baik itu prestasi, penghargaan dan berbagi macam atraksi, mereka justru tampil dengan masa hijaunya menyuarakan Tolak Full Day School. Sampai-sampai seorang juri berkata "kon pada melu karnaval malah demo" ("untuk ikut Karnaval, malah demo")

Kembali lagi keatas, 20 - 22 Oktober 2017 nanti, mereka akan kembali menggetarkan jagad Ajibarang dengan kegiatan Jambore Santri yang akan dihelat di lapangan Desa Pandansari. Ribuan peserta se Kecamatan Ajibarang akan mengikuti kegiatan tersebut. Dari mulai siswa madrasah, hingga Rais Syuriah akan mengikutinya.

Tak ketinggalan, sayap pelajar NU dengan IPNU dan IPPNUnya, sayap pemudanya dengan GP Ansor, juga pasukan doreng baret hitam Banser. Para pemudi-pemudi cantik Fatayat NU, serta pasukan pemudi gagah berseragan mirip polwan namun tetap feminim dengan Fatser NUnya, serta ibu kita yang tetap harum namanya Muslimat.

Mereka semua akan mengikuti jambore, atau kemah atau pramuka serta apel akabr memperingati hari santri Nasional Generasi Muda Nahdlatul Ulama Kecamatan Ajibarang pada 22 Oktober 2017 mendatang.

Berbagi even dan rangkaian kegiatan juga telah direncanakan, dari mulai pertunjukan seni hingga festival 1000 hadroh serta orasi kesantrian dan kebudayaan akan digelar untuk meramaikan kegiatan yang rencananya akan menjadi agenda rutin setiap tahunnan.

Namun semoga bukan hanya sekedar gagap gempita nya sebuah acara peringatan hari santri, melainkan juga bisa menladani, mengurai makna dan mencari arti dari nilai nilai luhur kesantrian dan kepesantrenan yang dapat kita ambil dari dari sejarah hari santri Nasional untuk generasi muda NU dimasa datang.


Tulisan ini saya persembahkan khusus bagi mereka Generasi Muda Nahdlatul Ulama Kecamatan Ajibarang, segenap panitia, peserta, juga faunding father GMNU Ajibarang Bapak Slamet Ibnu Ansori yang selalu menjadi teman diskusi dan tak pernah bosan menemani saya ngopi, sembari sesekali tertawa untuk ngulet dan bersiap untuk langkah selanjutnya.

Sekian,
Jingkang, 16 Oktober 2017

Labels: , , , ,