19 April 2017

Yang Gandrung Kepada Gandrung

Merlin. Seorang penari Gandrung yang paling digandrungi oleh banyak kalangan. Pesonanya membuat Budoyo, seorang pejabat pemerintah yang punya kedudukan tinggi di kabupaten begitu menggandrunginya. Namun, kegandrungan Budoyo kepada Merlin tak dapat tersampaikan dengan  alasan latar belakang Merlin yang merupakan anak dari seorang anggota komunis dan kedudukan dirinya sebagai pejabat pemerintah.

Hingga pada akhirnya Merlin menikah dengan Iqbal, seorang duda, seniman pencipta lagu-lagu daerah sekaligus pengusaha tambak udang sukses yang masih menjadi sahabat dekat dari Budoyo.

Konflik terjadi ketika Nazirah, mantan istri Iqbal yang merupakan seorang mubalighah jebolan pesantren iri melihat kesuksesan Iqbal dan istrinya. Ia menyesal menceraikan Iqbal sehingga meminta rujuk kembali dengan mantan suaminya itu. Namun, Iqbal dengan tegas menolak ajakan mantan istrinya untuk rujuk dengan alasan mereka sudah sama-sama pernah menikah lagi, sehingga rujuk bukanlah jalan yang tepat.

Iqbal masih ingat dengan jelas bagaimana perlakukan Nazirah saat masih menjadi istrinya yang mengganggap pekerjaannya sebagai seniman pencipta lagu-lagu daerah sebagai pekerjaan maksiat. Dengan alasan demikianlah mereka pada akhirnya bercerai.

Nazirah yang selalu berkerudung dan berbaju selubung mengira Merlin telah melakukan pelet kepada Iqbal, sehingga ia kemudian pergi ke seorang dukun untuk menyantet istri mantan suaminya itu.

Selain mengupas tentang sisi lain dari  penari Gandrung yang acapkali dipandang negatif, novel ini juga menceritakan para agamawan yang seringkali menggunakan kerudung dan baju selubungnya sebagai tameng dari perbuatan bejatnya.

Dikemas dengan bahasa ringan yang sesekali disisipi istilah-istilah Osing, novel ini mampu membawa pembacanya mengenal kesenian dan kebudayaan khas Osing.

By: EN

Labels: ,

05 April 2017

Hujan Dan Seorang Perempuan Yang Menunggu




"Sudahlah, ayo kita pergi. Percuma saja kita di sini."

"Tunggulah sebentar, aku yakin dia sebentar lagi akan datang."

Jam di tangan sudah menunjuk angka 17:45. Itu berarti sudah hampir dua jam lamanya aku menemanimu menunggu. Entah apa yang sedang kau tunggu, aku sendiri tak tau. Pernah berapa kali kucoba menanyakan hal itu kepadamu, tapi selalu kau jawab dengan diam, diam dan diam. Sembari menatapku dalam-dalam.

Di luar, hujan sudah mulai turun membasahi permukaan. Gumpalan awan hitam yang sedari kita datang sudah banyak berkumpul di awang-awang, sepertinya sudah tak bisa lagi ditahan oleh langit yang membentang. Dan hujan pun lalu turun dengan riang.

"Apakah kau hanya menunggu hujan?" tanyaku pelan.

"Tidak, aku menunggu seseorang." Jawabmu lirih seolah ada rasa letih yang teramat pedih.

Mungkin ini kali partamanya kau membuka mulutmu untuk menjawab pertanyan dariku. Walupun dengan suara lirih dan sekejap kilat engkau menjawabnya, tapi seenggaknya kau sudah menjawabnya, dan rasa penasaranku tentang sesuatu yang kau tunggu itu sudah sedikit terobati dengan jawaban yang kau berikan.

Aku khawatir, jika kau hanya menunggu hujan. Karena bagiku itu hanya membuang-buang waktu saja. Bagiku, hujan tak ubahnya hanyalah air yang jatuh dari atas langit, akibat dari proses penguapan air laut yang tersinari matahari. Kemudian uap itu naik, naik, dan naik terbawa angin lalu menggumpul di awang-awang membentuk sebuah awan berwarna hitam, yang kemudian turun ke bumi sebagai hujan.

Tapi syukurlah kau bukan sedang menunggu hujan. Lantas siapa sebenarnya seseorang yang kau tunggu itu. Yang telah tega membuatmu menunggu, menunggu selama ini. Menunggu sampai pada titik tunggu yang paling beku. Dan membeku seperti hujan yang kedinginan. Yang telah jatuh tepat di antara dedaunan yang rimbun.

Aku semakin penasaran dengan seseorang yang kau tunggu itu. Seperti apakah wujudnya? Apa jagan-jangan yang kau tunggu itu laki-laki yang kau ceritakan padaku tempo hari yang silam. Tapi ah.. Mana mungkin. Setauku dia telah berlalu dari hidupmu.

Rasa penasaranku pun kian lama kian membesar. Seperti hujan yang semakin lama semakin turun dengan deras. Dalam hatiku ingin kutanyakan sekali lagi kepadamu, tapi aku yakin kau hanya akan menjawabnya dengan diam dengan mata yang bersinar.

Lalu dengan rasa yang sudah tidak menentu. Antara takut dan ragu-ragu akan jawaban yang entah nanti akan keluar atau tidak dari bibirmu. Aku memberanikan diri menanyakannya kepadamu.

"Siapa yang kau tunggu?" tanyaku pelan dengan penuh kehati-hatian.
Kau mengangkat kepalamu, sorot matamu langsung tepat menusuk mataku. Tajam, sangat tajam. Bibirmu masih melekat lengket di antara keduanya. Diam, diam dan kau masih saja terdiam. Seolah tak mendengar apa yang aku katakan.

Dari kelopak matamu mulai ada gerimis, yang menetes jatuh dari dalam pandanganmu. Semakin lama semakin deras. Dan ahirnya kau pun Menangis.
Sembari menangis, aku mendegar ada suara yang keluar dari bibirmu. Suaranya begitu pelan dan lirih. Sampai aku sendiri harus cermat mendengarnya. Kurang lebih begini suaranya. Tolong dengarkan dengan seksama.

"Aku menunggu seorang yang menulis cerita ini. Yang kata-katanya telah membuatku rindu. Puisinya bagaikan candu dan romanya sangat syahdu. Tetapi dia telah tega membuatku menunggu, menunggu sampai jiwaku membeku. Dan sekarang aku baru sadar. Jika dia adalah nyata sedangkan kita cuma sekedar fiksinya. Yang tak mungkin jadi nyata di dalam tulisan-tulisannya."

Sekian.
Pernah dimuat di
http://www.qureta.com/post/hujan-dan-seorang-perempuan-yang-menunggu?utm_campaign=shareaholic&utm_medium=facebook&utm_source=socialnetwork

Ju'mat Pon, 28 Oktober 2016

Labels:

01 April 2017

VADEMEKUM WARTAWAN

TERAS BERITA
Lead atau Teras Berita merupakan bagian paling penting dari fakta yang dikumpulkan. Yang menjadi penentu ketertarikan pembaca untuk meneruskan membaca atau tidak.
 Lead berita terdapat di alinea pertama yang harus memenuhi syarat sebagai berikut:
1.                  Bagian paling penting dari fakta yang diberitakan
2.                  Ditulis lengkap, singkat, dan padat
3.                  Disajikan secara sederhana, mudah dipahami, dan menarik
 Bagian  fakta paling penting
Tidak ada rumus dalam menentukan apa yang paling penting, tapi bisa diambil dari bagian fakta yang paling ingin cepat diketahui khalayak. Misalnya:
1.                  Fakta tentang pertandingan olahraga, tentu fakta yang ingin cepat diketahui adalah tentang hasil pertandingan tersebut. Maka lead berita yang biasa kita temui seperti ini:  “Kesebelasan Indonesia berbagi angka 1-1 dengan Thailand, pada pertandingan persahabatan di Gelora Bung Karno tadi malam”.
2.                  Fakta tentang musibah atau bencara, tentu yang pertama kali ingin diketahui khalayak adalah akibat musibah/bencana tersebut. Maka lead berita yang sering ditulis wartawan seperti ini: “Tiga orang tewas, dua luka berat, dan 12 luka ringan akibat tertimpah panggung roboh pada konser Lady Oca, di Lapangan Merah, Moskow, Minggu malam”.
3.                  Fakta  tentang persidangan, rapat, kongres, dan sejenisnya, pasti yang ingin cepat diketahui khalayak adalah tentang hasil persidangan tersebut. Maka kita selalu baca lead seperti ini: “Pemerintah akan menaikkan harga premium menjadi Rp 7.000 per 1 Januari 2013. Demikian keputusan rapat kabinet terbatas bidang Ekuin, yang dibacakan Menteri ESDM, Jero Wacik, usai sidang tersebut pagi ini”.
4.                  Fakta pendapat, baik hasil wawancara, menghadiri konferensi pers, atau hasil mendengar pidato. Bagian paling penting adalah penggalan pendapat yang paling berpengaruh bagi banyak orang. Maka bisa saja hasil rekaman pidato/konferensi pers selama satu jam hanya pantas dijadikan berita dua alinea saja.  Hasil wawancara setengah jam hanya diberitakan satu alinea.
1.Who lead (Teras Berita Siapa)
Selasa, 20 Januari 2009 (Kompas)
Kejaksaan Negeri Blora, Jawa Tengah, menangani kampanye terselubung PKS Kabupaten Blora yang dilimpahkan Kepolisian Resor Blora Jumav pekan lalu.
Terkait itu, kejaksaan menyiapkan dua jaksa khusus tindak pidana pemilu, Suryadi dan Tri Joko, yang akan menjadi jaksa penuntut umum di persidangan. Tersangka kasus itu adalah Sujad, Ketua Bakti Sosial Pengobatan Gratis PKS di Dukuh Kembang dan Nggoboyo, Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo.
2.What lead (Teras Berita Apa)
Senin, 19 Januari 2009 (Kompas)
MPAS Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana menargetkan pembangunan fisik Waduk Jatibarang dapat selesai pada pertengahan tahun 2013. Dengan selesainya pembangunan Waduk seluas 2 21,65 hektar ini, diharapkan dapat mengatasi masalah banjir"di Kota Semarang.
3.When lead (Teras Berita Kapan)
Selasa, 20 Januari 2009 (Kompas)
Sejak dibentuk pada tahun 2006, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melikuidasi sebanyak 15 bank perkreditan rakyat (BPR) di Indonesia. Sebagian besar atau sembilan BPR yang dilikuidasi itu berada di Jawa Barat.
4.Where lead (Teras Berita Di mana)
Rabu, 21 Januari 2009 (Kompas)
Kabupaten Lamongan memiliki 462 desa di 27 kecamatan. Dari jumlah tersebut 11 desa belum memiliki kepala desa definitif karena masa jabatan kades berakhir. tetapi belum menggelar pemilihan kepala desa. Selain itu, kades di 8 desa akan berakhir masa jabatannya pada pertengahan tahun 2009.
5.Why lead (Teras Berita Mengap)
Selasa, 20 Januari 2009 (Kompas)
Gara-gara kebakaran di Depo Plumpang, pasokan pertamax plus dan pertamax di Bandung kritis.
6. How Lead (Teras Berita Bagaimana)
Selasa, 20 Januari 2009 (Kompas)
Untuk mencegah kematian akibat minuman keras oplosan. Masyarakat perlu mendapat bimbingan dan penyadaran tentang memilih makanan dan minuman sehat.
7. contrast Lead (Teras Berita Kontras)
Selasa, 20 Januari 2009 (Kompas)
Satu lagi korban kekerasan insan pendidik di Indonesia terjadi. Daun telinga sebelah kiri Mohammad Rofi Iswandi (9), siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Sukokerto 1, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, hampir putus akibat dijewer gurunya, Gozali.
8.Cuotation lead (Teras Berita Kutipan)
Senin, 21 Juli 2008 (Kompas)
Ayunda punya obsesi memiliki sebuah bale bengong (gazebo khas Bali) untuk bersantai di sore hari. Namun, halaman rumahnya sangat terbatas, tak cukup untuk meletakkan sebuah gazebo yang kecil sekalipun. Rasanya bukan hanya Ayunda ycng memiliki obsesi seperti itu. Memiliki sebuah bale bengong memang menyenangkan, karena bisa digunakan untuk menyantap makanan ataupun untuk sekedar duduk-duduk berkumpul bersama keluarga. Namun, lagi-lagi, keterbatasan lahan menjadi batu sandungan untuk membuat sebuah bale bengong di rumah.
9.Question lead (Teras Berita Pertanyaan)
Kamis, 8 Mei 2008 (Kompas)
Mengapa tidak ke lantai bawah lebih dulu? “Inilah konsep dasar rumah panggung. Di sini, kami melakukan kegiatan utama di lantai atas,” jawab Santo—panggilan akrab Santoso W. Reksoprodjo. Konsep bertinggal seperti ini umurnya sudah tua sekali. Dulu, nenek moyang kita membuat struktur yang dinaikkan karena beberapa alasan—seperti menghindari binatang buas dan mencegah kelembaban (terutama pada lingkungan berair). Pada rumah panggung modern milik Santo, arsitek sekaligus pemilik rumah ini, Anda dapat menyaksikan bagaimana konsep rumah panggung tradisional diterjemahkan dalam bangunan modern.
10. Descriptive Lead (Teras Berita Pemaparan)
Jumat, 19 Desember 2008 (Kompas)
Seusai peluncuran bukunya yang berjudul Indonesia Unggul dan peresmian Toko Buku Gramedia di Grand Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkesempatan mengunjungi Teras Kompas di 3rd floor Grand Indonesia, Di tempat ini, Presiden menyaksikan sendiri terobosan teknologi dalam jiwa jurnalisme Kompas yang terwujudkan dalam portal berita Kompas.com, TV streaming KompasTV, Kompas e-paper dan Pusct Informasi Kompas (PIK). Di sela-sela itu, Presiden juga menerima penjelasan dari CEO Kompas Gramedia Agung Adi Prasetyo yang didampingi oleh Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama dan Direktur Eksekutif Kompas.com Taufik H Mihardja
11. Narative Lead (Teras Berita Bercerita)
Selasa, 20 Januari 2009 (Kompas)
Keberadaan mangrove di pesisir utara Gresik saat ini terancam punah. Mangrove tersebut tidak terurus dan tidak lebih dari satu persen dcri panjang pantai Gresik, Jawa Timur.Mangrove sebagai ekosistem hutan pantai ini memiliki fungsi penting sebagai pelindung pantai dari ancaman ombak dan tsunami. Selain fungsi fisik melindungi pantai, mangrove berperan penting sebagai habitat biota bernilai ekonomis, seperti ikan, udang, dan kepiting.
12. Exclamination Lead (Teras Berita Menjerit)
Selasa, 20 Januari 2009 (Kompas)
“Tolong, Tolong!” Tiga bocah yang tewas tenggelam saat berenang di bekas galian bebatuan di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Senin (19/1) malam, akan dimakamkan hari ini.