27 November 2017

Wawan, Sang Nahkoda Baru GP Ansor Ajibarang



Wawan, Sang Nahkoda Baru GP Ansor Ajibarang


Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas baru saja menggelar acara konfrensi anak cabang (Konferancab) Minggu, (26/11) di Gelora Ajibarang Kulon.

Pada forum rapat tertinggi tingkat Kecamatan itu, Wawan Ibnu Fuad terpilih sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Ajibarang periode 2017-2019.

Wawan terpilih melalui hasil musyawarah mufakat yang dipimpin oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Banyumas bersama Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Ajibarang serta perwakilan dari ranting.

Terpilihnya Wawan sebagai Ketua GP Ansor Ajibarang yang baru diharapkan mampu meberikan warna yang lain bagi GP Ansor Ajibarang. Melihat sosoknya sebagai seorang pengusaha sukses di Kabupaten Banyumas, diharapkan bisa ditularkan kepada sahabat-sahabat Ansor yang lain.

Hal itu diungkapkan Kartim, salah satu peserta Konferancab dari ranting darmakradenan, "Wawan memiliki leader yang baik, juga seorang pembisnis yang semoga ilmunya bisa ditularkan kepada kami," katanya ketika ditemui usai acara.

Agus subeno, peserta Konferancab dari ranting Ciberung juga berharap, terpilihnya wawan sebagi ketua yang baru semoga bisa memberikan semangat yang lebih untuk mengembangkan lembaga perekonomian GP Ansor Ajibarang.

Konferancab yang dihadiri oleh 500an peserta dari ranting GP Ansor se Ajibarang itu, turut hadir pula Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah NU Ajibarang, PC GP Ansor Banyumas, serta jajaran Forkompimcab setempat.

Labels: ,

24 November 2017

Selamat Hari Guru Kiai Jebul


Selamat Hari Guru Kiai Jebul


Pagi ini, beranda facebook dipenuhi status ucapan selamat hari guru.

Melihat hal itu, bibir Suyar pun lannyah, langsung ikutan mengucapkan selamat hari guru kepada Kiai Jebul yang sedang duduk di depanya.

"Selamat hari guru mbah," celtuk Suyar sambil meringgis.

Dengan wajah heran Kiai Jebul menjawab, "Loh, memangnya aku ini guru mu?"

"Iya mbah, kau adalah guru ku satu-satunya. Di momentum yang baik ini, tetap pada perayaan hari guru nasional, ijinkan saya, atas nama murid sampean mengucapkan selamat hari guru kepada mbah yai Jebul yang selama ini telah mengajari saya banyak ilmu," kata Suyar.

"Meskipun kadang-kadang mbah yai  sering sekepenake wudele dewek kepada saya, sering mengatai saya jelek, saya goblok, saya wagu, saya pesek dan lain sebagainya, gak apa-apa mbah, saya menerimanya dengan lapang dada mbah,"

"Mbah yai juga sering mengejek saya yang jombo, mengatai saya laki-laki ora payu, laki-laki gemblung, ora waras dan sebagainya, namun saya mengangapnya itu adalah sebuah pujian, bukanlah sebuah hinaan, dan saya tidak pernah merasa tersinggung dengan kata-kata mbah yang seperti itu,"

"Apalagi, sampai melaporkan kata-kata mbah itu ke polisi, dan menjerat mbah dengan pasal penistaan, bagiku itu adalah sebuah hal yang sangat tidak mungkin,"

"Yah walaupun, sebagai manusia yang normal, kadang saya juga merasa kesal dengan mbah, tapi itu hanya sepintas saja mbah, tidak sampai lebih dari tiga hari, tidak sampai dibawa pulang kerumah,"

"Oh iya mbah, mbah masih inget ngak," tanya Suyar

"Inget apa?" Jawab Kiai Jebul yang sedari tadi khusyu mendengar kan ocehan Suyar

"Dulu mbah yai pernah pinjam uang ke saya Rp 100,000, dan sekarang saya mau menagihnya mbah, harus dikasih sekarang, titik!"

"Soalnya nanti malam, saya mau malam mingguan kerumah bu guru yang cantik itu mbah, sambil membawakannya martabak dan mengucapkan,  "Selamat Hari Guru, Bu Guru....,"

"Hualah... Dasar Suyar.....!!!"



Sekian,
Hari Guru Nasional 2017







Labels: ,

21 November 2017

Berebut Kursi Kepala Dusun 1 Desa Jingkang




Sejak muali disosialisasikan kepada masyarakat luas, kemudian dibuka pendaftaran secara terbuka di balai Desa, banyak dari masyarakat sekitar yang mencoba mengadu nasibnya dengan mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Dusun 1 Desa Jingkang.

Hal itu sah-sah saja dilakukan, karena setiap warga negara Indonesia memang memiliki hak yang sama dan memiliki kesempatan yang sama pula. Memiliki hak untuk mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Dusun 1 Desa Jingkang dan juga memiliki kesempatan untuk menduduki kursi jabatan Kepala Dusun 1 Desa Jingkang.

Setidaknya sudah ada 16 nama calon yang sekarang dikantongi oleh Panitia Penjaringan Perangkat Desa atau yang sering disingkat dengan P3D Desa Jingkang sebagai calon Kepala Dusun 1 Desa Jingkang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas.

"Sebenarnya ada 17 nama yang mendaftar, tetapi 1 nama tidak lolos seleksi pemberkasan, sehingga tersisa 16 nama," kata Pujianto salah satu panitia P3D

Meski yang dibutuhkan adalah Kepala Dusun 1 Desa Jingkang, tetapi yang mendaftar tidak hanya yang bertempat tingal di Dusun 1 Desa Jingkang saja, "ada yang dari warga Dusun 2, Dusun 3, bahkan ada yang dari luar Desa Jingkang juga ikut mendaftar," tambah Pujianto.

Hal itu boleh saja dilakukan, karena peraturannya sekarang membolehkan seperti itu "Yang penting bisa memenuhi syarat dan ketentuan serta peraturan yang berlaku," jelas pemuda yang juga aktif di Gerakan Pemuda Ansor Desa Jingkang itu.

Prosesi pemilihan kepala dusun sendiri tidak dilakukan seperti pemilihan kepada desa atau pemilihan pada umumnya, yaitu melalui rapat terbuka atau pemilihan langsung oleh masyarakat. Proses pemilihan kepala dusun ataupun perangkat desa lainya dilakukan melalui proses tes dan seleksi atau ujian.

"Fit and Proper Test"

Labels: ,

14 November 2017

Kata Pengantar Konferancab GP Ansor Ajibarang


Sebuah Kata Pengantar Untuk Sahabat-Sahabatku yang akan melaksanakan Konferancab GP Ansor Ajibarang


Sebuah forum rapat tertinggi tingkat anak cabang (Ancab) dari salah satu sayap organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang fokus menaungi kegiatan para pemuda itu sebentar lagi akan di adakan di Kecamatan Ajibarang.

Forum tersebut bernama Konferensi Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Ajibarang atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Konferancab GP Ansor Ajibarang.

Istilah Konferancab juga tak hanya dipakai oleh Gerakan Pemuda Ansor saja, melainkan juga dipakai oleh Muslimat, Fatayat, IPNU IPPNU, hingga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU ) di level Kecamatan juga menggunakan istilah Konferancab untuk menamai forum rapat tertinggi tingkat Kecamatan tersebut.

Gerakan Pemuda Ansor Anak Cabang Ajibarang rencana akan menggelar Konferancab untuk yang ke .... kalinya pada Ahad, 26 November 2017. Bertempat di Gelanggang Olahraga (Gelora) Desa Ajibarang Kulon.

Sebuah forum rapat tentunya membahas sesuatu hal, atau suatu persoalan yang tak bisa diputuskan secara individual, melainkan harus melalui rapat agar keputusan dapat diambil secara musyawarah dan menuai hasil yang mufakat.

Pendeknya, hasil kesepakatan bersama dan atau dari berbagi macam pertimbangan serta analisis dari semua pihak yang mengikuti forum rapat tersebut.

Lantas kira-kira apa yang akan menjadi soal dan dibahas bersama di forum rapat tertinggi Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Ajibarang itu? Isu apakah gerangan yang akan diangkat pada konerfancab?

Sudahlah tak usah terlalu di fikirkan, biarlah menjadi sekedar tulisan saja, tak usah terlalu kau risaukan.

Yang jelas, (Menurut saya) Konferancab bukan hanya sekedar mendengar laporan pertanggungn jawaban dari sang ketua, yang kemudian hanya satu kata, "Yah, diterima," berarti sudah beres semuanya.  Lalu, bisa jadi karena mengingat waktu, lngsung dilanjut dengan memilih ketua yang baru.

 Tetapi juga perlu diingat, Konferancab juga soal keorganisasian dan program kerja untuk kedepannya.


Selamat ber Konferancab sahabat-sahabat...
Jangan lupa seruput kopinya...
Biar rikeks membacanya....

Bravo GP Ansor Ajibarang
Salam Satu Komando

Labels: , ,

07 November 2017

Mengenal Lebih Dekat "Kompasiana"


"Kompasiana sebagai media blogging lokal telah menunjukkan eksistensi dan konsistensinya sebagi wadah literasi yang terus berkembang, tidak hanya sebatas menjadi tempat pembuangan sampah kata-kata saja, melainkan sudah menjadi rumah bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, berbagi pengalaman dan belajar tentang bagaimana cara merangkai kata-kata sehingga menjadi kata-kata yang bukan hanya sekedar kata-kata biasa, tetapi kata-kata yang bisa meberikan makna untuk sesama manusia."

Kompasiana merupakan salah satu dari beberapa platform blog lokal yang dikembangkan oleh Kompas Cyber Media sejak 22 Oktober 2008. Awalnya Kompasiana dibuat hanya sebagai blog jejaring internal untuk para jurnalis dan karyawan Kompas Gramedia saja, namun seiring berjalanya waktu, saat memasuki tahun 2009, Kompasiana berubah menjadi sebuah platform blog yang bisa digunakan oleh semua orang.

Bagi semua orang yang ingin bergabung di Kompasiana diharuskan untuk membuat akun Kompasiana, selanjutnya orang yang telah memiliki akun Kompasiana di sebuat sebagai kompasianer. Setiap kompasianer bisa meng unggah artikel, foto, maupun berkomentar di akun kompasianer yang lain.

Nama Kompasiana berasal dari kolom yang diasuh oleh pendiri harian kompas, PK Ojong (Jakob Oetama). Pendiri Kompasiana adalah salah satu wartawan kompas bernama Pepih Nugraha, yang mempunyai semangat untuk mengembangkan Citizen Media (Media Warga) melalui Kompasiana.

Dari tahun ke tahun, Kompasiana (www.kompasiana.com) selalu mencoba untuk  berbenah, memperbaiki tampilan dan memperbanyak fitur interaktif yang terus dikembangkan untuk memgikuti perkembangan zaman memenuhi kebutuhan para kompasianer.

Sebagai platform blog, Kompasiana memiliki keunikan tersendiri, yaitu pada pengolahan konten yang dilakukan secara simultan. Walau setiap artikel ataupun konten yang dibuat oleh kompasianer bisa langsung tanyang di Kompasiana, namun Kompasiana selalu memantau setiap artikel yang masuk untuk memastikan tidak ada konten yang melanggar sarat dan ketentuan di kompasiana.

Bagi kompasianer yang konten nya terpilih sebagai konten terbaik, akan di promosikan oleh Kompasiana selama 7x24 jam dan menjadi Headline di Kompasiana agar dibaca lebih banyak orang. Kontenya terpilih menjadi Headline di Kompasiana memberikan kebanggaan tersendiri bagi para kompasianer.

Tahun 2017 kini, Kompasiana mengusung slogan baru yaitu "Beyond Blogging", bukan hanya "Sharing, Connecting"  lagi, tetapi "Lebih dari sekedar ngeblog" untuk memberikan semangat dan tekad untuk menghadirkan sesuatu yang lebih bermakna untuk para kompasianer.

Dengan "Beyond Bloging" tersebut, diharapkan mampu mempermudah masyarakat mengenal Kompasiana sebagai produk media sosial asli buatan Indonesia. Dan juga mempertegas Kompasiana sebagai saluran berita dan opini masyarakat (Citizen News and Opinion Channel).

Tidak hanya dengan itu, Kompasiana juga telah menghubungkan banyak produk dan institusi untuk berinteraksi dengan para kompasianer melalui bermacam-macam kegiatan, baik online maupun offline seperti kompetisi blog, Kompasiana Nangkring, Visit, Blogtrip, Drive and Ride dan masih banyak lagi.

Kompasiana sebagai media blogging lokal telah menunjukkan eksistensi dan konsistensinya sebagi wadah literasi yang terus berkembang, tidak hanya sebatas menjadi tempat pembuangan sampah kata-kata saja, melainkan sudah menjadi rumah bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, berbagi pengalaman dan belajar tentang bagaimana cara merangkai kata-kata sehingga menjadi kata-kata yang bukan hanya sekedar kata-kata biasa, tetapi kata-kata yang bisa meberikan makna untuk sesama manusia.


Kifayatul Ahyar



Labels: ,

03 November 2017

Tips Menulis Dari Kompas




Tips Menulis Dari Kompas

Penolakan artikel ku oleh kompas memberikan banyak pelajaran berharga kepada ku antara lain pelajar bagimana cara menulis yang baik, pelajaran cara mengirimkan tulisan ke koran, dan pelajaran agar tak mudah patah semangat mesti ditolak.

Berikut adalah tips menulis resensi buku dari kompas agar bisa dimuat oleh kompas, bahwa Kompas mengutamakan tulisan dengan sifat-sifat sebagai berikut :

1. Asli, bukan jiplakan/saduran/terjemahan dan belum pernah dimuat dalam penerbitan lain.

2. Cara penyajian tidak berkepanjangan tapi padat, singkat, mudah ditangkap, gaya enak dibaca. Panjang resensi maksimal 4 halaman kuarto spasi ganda atau 800 kata format MS Word.

3. Menyertakan fotokopi/scan kulit buku, jumlah halaman dan harga buku.

Demikianlah tips menulis resensi buku dari kompas yang di lampiran pada sepucuk surat elektronik nya kepada ku kemarin. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Perlu dimengerti bahwa penolakan bukanlah sesuatu yang menyedihkan dan sesuatu yang menyakitkan, melainkan suatu nikmat dari Tuhan yang perlu kita syukuri.

Karena hidup hanya sekedar mampir "ngombe," sambil sesekali membaca dan menulis cerita agar hidup ini terasa lebih bermakna.

Sekian.


Labels: , , ,

02 November 2017

Kompas Menolak Artikel Ku


Kompas Menolak Artikel ku.

Lewat sepucuk surat elektronik dengan subjek Pengembalian Artikel Kompas, harian kompas memberitahu ku bahwa artikel berupa resensi buku yang ku kirim pada tanggal 10 Oktober 2017, tidak bisa dimuat di harian kompas.

Begini bunyi surat elektronik dari harian kompas tersebut.


Pengembalian Artikel Kompas

Sdr Kifayatul Ahyar

Disertai salam dan hormat,

Kami memberitahukan bahwa pada tanggal 10 Oktober 2017 Redaksi Kompas telah menerima naskah resensi Anda berjudul "Resensi: Al Muallaqat : Pintu Mini Memahami Syair - Syair Arab Jahiliah". Terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan yang Anda berikan kepada Kompas.

Namun setelah kami membaca, kami menilai resensi tersebut tidak dapat dimuat di harian Kompas. Dengan Alasan :

   √ buku kurang sesuai untuk diresensi, kurang aktual

Perlu kami informasikan bahwa Kompas mengutamakan tulisan dengan sifat-sifat sebagai berikut :

1. Asli, bukan jiplakan/saduran/terjemahan dan belum pernah dimuat dalam penerbitan lain.

2. Cara penyajian tidak berkepanjangan tapi padat, singkat, mudah ditangkap, gaya enak dibaca. Panjang resensi maksimal 4 halaman kuarto spasi ganda atau 800 kata format MS Word.

3. Menyertakan fotokopi/scan kulit buku, jumlah halaman dan harga buku.

Jakarta, 30 Oktober 2017
Hormat kami,
Pengelola Pustakaloka

Ria Purwiati



Tiada kata lain rasanya, selain ucapan terimakasih kepada redaksi harian kompas yang telah menolak artikel ku. Bagiku penolakan tersebut bukanlah suatu yang meyedihkan, melainkan menjadi sebuah motivasi bagiku untuk lebih giat lagi dalam menulis.

Sekali lagi, terimakasih kompas...
Salam hormat dari bocah desa penyuka kata-kata.

(Kifayatul Ahyar)

Labels: ,