30 August 2016

RONGGENG

RONGGENG









Malam itu suasana riuh dan rami. Suara gamelan saling bertautan, kendang,kenong saron dan gong berkolaborasi membentuk suatu alunan nada yang khas irama jawa banyumasan. Bisik-bisik penoton yang seolah malu-malupun lama kelmaan menjadi sorakan yang semakin menambah kesan keramaian, tak lupa bunyi suit-suit dari bibir seorang pemuda juga semakin menambah suasana gagap gempita.

Malam itu adalah malam resepsi agustusan, yang tentunya diadakan unutk memperingati hari kemerdekaan  Negara Indonesia 17 agustus 1945, yah walopun tanpa bener bertuliskan Malam reserpi agustusan untuk memperingati kemerdekaan, tapi apalah arti sebuah tulisan yang bagi sebagian orang memeang tak begitu perlu untuk pasangkan. karena yang penting kemeriahannya bukan bener tulisanya.red:katanya

Sekitar pukul 20.15 acara mulai dibuka dengan sepatah kata dari ketua panitia dan pejabat desa setempat. memang seperti biasa setiap acara-acara yang ber nuansa agak formal ya di awali dengan seperti itu, tetapi ada hal yang menurut saya sangat menarik pada saat ketua panitia menyampaikan sambutanya. kurang lebih begini

“Malam ini, untuk kali pertamanya karang nangka nangap ronggeng”

Mendegar itu saya mulai berfikir dan beribu pertanyan pun muncul di benak saya. bahasa kerennya naluri kewartawanku mulai muncul untuk bertanya-tanya “apakah bener ini  unutk kali pertmanya?” kalau memeng benar “kenapa dari dulu tak ada?”  kalau bener tak ada “kenapa sekarang ada?” yah sekarang ada ”apa penyebabnya hinga sampai ada?”

Bersambung…



31 Agustus 2016
  



Labels:

17 August 2016

Bagi Mereka "NKRI Harga Mati"

Bagi Mereka "NKRI Harga Mati"



Semuanya sudah tahu, Negara kesatuan republik indonesia atau yang sering di singat dengan NKRI adalah negara yang kata Bang haji Roma irama dalam lagunya ber penduduk 1225 juta, terdiri dari banyak suku bangsa, ada jawa, suda, batak, sampai ada - ada juga yang lainya. Itu kata bang haji beberapa tauh silam di nyayikan sekarang mukin sudah tidak relevan dengan jumlahnya.

Bagi para penguasa yang kini sedang duduk di kursi empuk namun banyak yang bermuka kusut mungkin karena banyaknya hutang atap sedang tak bisa kentut, indonesia adalah sebuah Negara yang harus mereka atur dan urus sistem rumah tanganya, dengan visi misi yang selalu di kedepankan, pancasila sebagi dasarnya, undang-undang aturanya, sehinga tercipta keadilan sosial bagi semua, bukan malah sebaliknya. Itu kata mereka yang katanya pusing mengurus indoneasia.

Bagi rakyat kecil, orang-orang desa seperti saya ( Mungkin juga panjenengan semua yang membaca ) Indoesia itu negara yang kini telah merdeka, yang harus kita junjung tinggi martabatnya, walaupun buat makan saja masih susah, harga sembakau makin parah, cari kerja juga susuah, biaya hidup makin tak terarah. Tapi bagi merka indonesia adalah negara yang merdeka, terbukti setiap tahun kita memperingatinya, dengan mengadakan upacara bendera yang harus kita hormati setinggi tingginya sebagi wujud simbolis cinta tanah air kita.

Ya ya ya .... Eist.. Tunggu dulu...

Tetapi bagi mereka,NKRI adalah harga mati, tak bisa di tawar tawar lagi, jika sampai ada yang berani mengotak atiknya, mereka dengan gagah berani akan melawannya tak peduli harta dan nyawa sebagai taruhanya.

Kerena bagi mereka

"NKRI Harga Mati"

Merdeka...!!!
18 Agustus 2016

Labels:

Merdekanya "Wong" Jingkang

Merdekanya "Wong" Jingkang





Seluruh siswa siswi sekolah pagi itu semuanya turun kejalan. Berbaris rapih menuju kelapangan, di iringi tabuhan drum band dan kentongan yang mereka punya di sekolahan. Bapak dan ibu guru mereka pun tak luput ikut mendampinginya.

Dari mulai Paud, SD, MI, SMP, SMA, semuamuya turun kejalan, berbaris rapih menuju kelapan untuk mengikuti upacara bendera memperingati hari kemerdekan.

Raut wajah mereka semua terpancar kegambiran, kegmbiran yang tiada terkira, sebuah rasa merdeka yang paling merdeka, puncak kemerdekan  paling tinggi yang di rasan oleh siwa siswi sekolah. Merdeka dari pelajaran - pelajaran yang mbebeih, ngantuki dan ngedapi. 
Merdeka dari rumitnya rumus matematika, merdeka dari banyaknya hafalan ilmu sosial kemanusian, merdeka dari sulitnya mencari bakteri biologi.

Mereka merdeka semerdek merdekanya di lapan desa yang luas untuk sejek menghirup udara segar dari pengapnya runagan sekolahan.

Dan saat upacra berlangsung, bendera merah putih pun di kerek di tiang yang tinggi, ( Setinggi cita-citanya para siswa dan siswi ) langu indonesia raya pun di kumandangan, semuanya menghormatinya dengan kidmat, dengan rasa merdeka yang paling merdeka, merdeka semerdeka merdekanya.

Karena bagi mereka "anak sekolah" Merdeka ya Merdeka, Sudah itu Saja. Selesai..
17 Aguatus 2016

Labels:

06 August 2016

Selamat Datang Tujuh Belasan

"Selamat Datang Tujuh Belasan"


Selamat Datang Tujuan Belasan

Jika di sepanjang pinggiran jalan sudah banyak bendera merah putih di kibarkan, umbul-umbul bertebaran, gapura-gapura di pasang, di depan rumah, di setiap ganag sampai ke perempatan. Berarti tandanya tujuh belasan sudah mau di adakan.

Tujuh belasan ya tujuh belasan, upacara bendera yang di adakan di lapangan untuk memperingati hari kemerdekan. "17 Agustus tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita".  Yah itulah hari kemerdekaan kita, merdeka sebagai bangsa Indonesia, Sebagi warga jingkang, merdeka sebagai Manusia.

Kita semua sangat bergembira menyambut hari ulang tahun kemerdekan negara kita, dengan memasang bendera, umbul-umbul dan gapura adalah sebagi bentuk simbolis atas kegembiraan yang kita rasakan. Di samping rasa syukur yang selalu kita panjatkan kepada Tuhan Yang Mahaesa, karena atas berkat rahmatNya telah mengantarkan kita ke depan pintu gerbang kemerdekaan kita.

Kegiatan lomba-lomba  pun juga banyak di lakukan, seperti sepak bola, cardas cermat, gerak jalan, membuat tumpeng dan lain sebagainya. Yang semata-mata dilakukan hanya untuk menyambut hari kelahiran negara kita, negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.

Dan dengan berbagi macam cara orang - orang di Jingkang menyambut hari kemerdekaan republik Indonesia dengan penuh sukacita dan rasa gembira,

Sedang aku yang hanya seorang bocah belia, yang masih belum tahu apa-apa hanya bisa menyambutnya dengan menuliskannya saja.

Selamat datang hari kemerdekaan kita..


Karangnangka, 6 Agustus 2016

Labels: