16 November 2016

Upacara Hari Pahlawan Nasional

Upacara Hari Pahlawan


"Bangsa yang besar adalah bangasa yang menghargai jasa para pahlawan-
pahlawannya"

 Ucap pak kepala sekolah dengan nada semangat saat membuka pidato upacara peringatan hari pahlawan di sekolah tadi pagi.
Suasana upacara yang sebelumnya riuh oleh siswa-siswi peserta upacara yang guris sendiri pun mulai agak meredam.

"Sudah sepantasnya, kita sebagi warga negara yang baik, selalu mengenag dan menghormati jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur di medan perang. Tanpa mereka kita bukan siapa-siapa, tanpa mereka mungkin tak pernah kita merasa merdeka seperti sekarang ini." Kata beliau dengan nada penuh semagat berapi-api.
Suasana sudah redam, para siswa-siswi peserta upacara sekarang sudah diam mendengarkan pidato beliau.

"Sebagi generasi muda, harus bisa meneladani sifat-sifat para pahlawan yang telah berjuang  mengorbankan seluruh jiwa dan raga mereka demi membela kemerdekan negara kita. Dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan mereka, menghormati mereka dengan penghormatan yang setinggi-tingginya." Lanjut beliau masih dengan semangat berapi-api.

Kini mereka bener-benar sudah terdiam, mematung, seperti patung para pahlawan yang ada di permpatan jalan.

"Dan kalian sebagai pelajar, sebagi generasi penerus bangsa pada masa yang akan datang, harus selalu rajin dalam belajar dan menuntut ilmu sebagi bekal hidup kalian dimasa depan. Karena perjuangan kita sekarang bukanlah melawan penjajahan seperti para pahlawan yang telah gugur dimedan petempuran, melainkan berjuang untuk melawan rasa malas dalam belajar dan menuntu ilmu. Belajar tidak hanya di lakukan di sekolahan, tetapi di rumah, di jalan, di taman, kebun, sawah dimanapun kita bisa belajar. Belajar juga tidak harus di hadapan para guru saja, bisa saja sendirian seperti membaca buku di perustakan atau berdiskusi dengan tema-teman kalian."

Sejenak suasana hening, Pak kepala sekolah menghentikan senjenak pidatonya, menarik nafas, sebelum melanjutkan kembali kata-katanya.
"Pesan bapak ibu guru di sini, di hari pahlawan ini, kepada kalian siswa-siswi yang kami cintai dan kami banggakan. Rajin-rajinlah dalam belajar, tuntutlah ilmu setinggi langit, kejarlah cita-cita kalian. Terusalah berjuang dalam untuk mewujudkan mimpi-mimpi kalian." Ucap pak kepala, sekerang dada suaranya sudah agak pelan namun tegas kepada siswa-siswi pesrta upacara.

Para siswa-siwi, semuanya mengangguk-anggukkan kepala, pertanda mengiyakan apa yang di sampaikan oleh bapak kepala sekolah mereka.
"Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan pada pagi hari ini. Apabila banyak kata-kata yang salah, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya." pak kepala sekolah pun mengahiri pidatonya.

Upacara hari pahlawan pagi itu telah selesai, semua siswa-siswi dari kelas satu sampai kelas enam masuk ke dalam kelas masing-masing. Dan jam pelajaran pun langsung di mulai.

* * * * *
Di ruang kelas satu, bu guru Eva sudah siap untuk memulai pelajaranya.
"Mengingat hari ini hari pahlawan nasional, bu Eva akan menanyakan tokoh-tokoh pahlawan yang kalian tahu.?, Siapa pahlawan yang kalian tahu anak-anak.?"
Tanya bu Eva kepada anak-anak.
Suasana kelas yang tadiya ramai, sekarang sedikit mereda. Anak-anak terdiam seolah sedang berfikir.

"Siapa pahlawan kalian anak-anak.?" Bu eva mengulang pertanyaanya.
"Superman, sepiderman, batman, ultraman, power ranger"
Teriak anak-anak kelas satu dengan suara yang keras dan lantang, seperti teriakan Merdeka para pahlawan dimedan laga, atau seperti terakan Allohu Akbar pendemo jakarta yang berkoar-koar.

Bu guru Eva terdiam mematung, kaget, dan miris, mendegar jawaban anak-anak didiknya yang seolah bangga dan merasa benar dengan jawabanya.


Sekian.
Kaliwungu, 10 November 2016

Labels: