19 September 2016

Grengseng Konfrancab Ajibarang




Grengseng Konfrancab Ajibarang

Ini bukan soal siapa calonnya, bukan juga soal siapa pemenangnya, siapa yang paling ber pengaruh, siapa yang punya masa, dan siapa yang pantas duduk sebagi orang nomer satu di kancah ke IPNU IPPNU an ajibarang.

Ini bukan soal loyalitas, bukan juga soal kuantitas, apalagi sampi soal kualitas. Bukan sebarapa besar rasa memiliki, rasa cinta dan pengabdian mereka terhadap organisai.
Ini buakn soal ilmu, soal pengalaman, soal pemahaman, soal kecerdasan dan soal siapa yang paling menegerti tentang organisasi.

Karena IPNU ya IPNU. IPPNU ya IPPNU. Sudah itu saja, tak perlu ribet panjang lebar bicara generasi bangsa, yang bla bla bla bla bla bla. Karena IPNU ya IPNU, IPPNU ya IPPNU. Sudah itu saja, Selesai.

Dan, ketika sudah menjelang akhir periode masa pemerintah, semua seolah muncul kepermukan,  ada yang malu-malu kucing, ada yang secara terang-terangan siap, ada juga yang sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk maju di konfrensi.
Semuanya benar dan itu tak salah karena kita semua dalam sebuah proases yang di sebut dengan belajar.

Ada juga yang sedari dulu jarang terlihat, - Maaf aku menyebutnya ghoib- . bahkan tak terlihat sedikit pun batang hidungnya. Tiba-tiba dan entah sedang kesambet apa, sekarang semangatnya membara, mengebu-gebu melebihi pada saat dulu.
Dan yang menarik, yang dulu terang terangan memisahkan diri dari ini sekarang berbalik 69 derajat menyatu dengan itu.

Yang penting masih bercerita tentang Ilmu, tentang IPNU, bukan hanya kulitnya saja tapi harus pahami isinya.
Tembaklah hatinya, jagan lukai dadanya.

Kaliwungu, 19 September 2016

Labels:

12 September 2016

Kurban Dan Korban

"Kurban Dan Korban"
Kurban, Sebuah ritual persembahan yang di lakukan manusia kepada TuhaNya dengan cara menyembelih sapi, kambing atau domba, yang semata-mata mereka lakukan hanya kepada Nya.
Dan hari raya idul adha bisa di artikan sebagai hari yang melambangkan kesedihan dan keikhlasan seorang hamba untuk berkorban.
Kurban : persembahan kepada Tuhan
(Ber)korban : Menyankut bukti dan kesetian, dari dan kepada Tuhan Nya.
Di awali dengan sebuah kisah klasik tentang Nabi Ibrahim as yang di perintah oleh Tuhan untuk mengurbankan anaknya Nabi Ismail as untuk sebagai persembahan kepada Tuhan sebagi wujud cintanya kepada Tuhan dengan cara menyembelaih Ismail.
Yang kemudian di lanjut dengan keikhlasan Nabi Ismail as, yang rela untuk berkorban hanya demi dan untuk Tuhan Nya.
Melihat ketulusan di hati kedua hambanya tersebut, Tuhan pun seolah tak tega, dan ahirnya Tuhan pun mengganti Nabi ismail seketika dengan Domba.
Dan itulah kurban yang harus di lakuan dengn berkorban. Jika karena cintanya kepada Tuhan Nabi Ibrahim as rela mengurbankan anaknya Nabi Ismail as, sedangkan kita untuk membuktikan cinta kits kepada Tuhan Nya hanya dengan kambing, sapi atau domba. Itupun masih dalam tanda kutip "Bagi yang mampu".
Karang nangka,
12 Sepetember 2016

Labels:

07 September 2016

Ini Bukan Tentang Sarinah Yang Itu


Perempuan itu berwajah ayu, rambutnya panjang sampai ke bahu. Pipinya agak
tembem, alis nya tebal, bibirnya tipis ditambah gingsulnya itu loh yang semakin
membuat terlihat manis ketika tersenyum. Tubuhnya tinggi dan masih kanceng berisi, apalagi ditambah dandannaya yang selalu menor dengan pakeiyan yang sexy, semakin membuat orang yang melihatnya pasti ceguken atas bawah.
Panggil saja namanya Sarinah, seorang janda beranak satu yang tinGgal satu desa
dengan saya. Sarinah menjadna sejak satu tahun yang lalu, semenjak suaminya
meninggal saat bekerja menjadi tukang batu.Semenjak itulah nama Sarinah menjadi trandig topic di desa , namanya selalu muncul di gosip ibu-ibu ngerumpi,
serta hangat di bicarakan laki-laki yang sedang ngopi di warung Pak Sukardi.
''Kalian tau Sarinah tidak,?'' tanya mas gobel kepada teman-temannya samil
ngos-ngosan ketika baru sampai di warung kopi Pak Sukardi.
''Ya jelas tau lah, siapa sih yang tidak tau dia, Sarinah janda muda itu kan bel,''
jawab Kang jebul dengan tersenyum.
''Ada apa memanya dengan Sarinah, apa kamu sedang di kejar-kejar dia, karna kamu mengoda nya yah,'' cletuk mas Doeng sambil tertawa kecil.
''Tidak eng.. tapi saya punya berita yang jelas akan membuat sampeyan semua kaget,''
ucap mas Gobel cepat.
''Berita apa... berita Sarinah Jakarta di bom, ah itu sih sudah basi, paling yang nge-bom sedang lagi cari sensasi dan eksistensi,'' jawab Kang Jebul sok tau.
''Bukan Sarinah yang itu kang,'' ucap mas Gobel agak kesal.
''Sudah-suadah bel... Tenagakan daulu kondisi mu,'' ucap kang jebul menenangkan mas Gobel
''Ngopi sama ngrokok dulu mas Gobel,'' tawar mas doneg kepada mas Gobel.
Mas Gobel pun dengan cepat langsung menyambar kopi di depan Doeng dan menyuled sebatang rokok kretek cap Djaya.
''Sudah tenanag mas Gobel, sekarang coba ceritakan apa yang kau sebut berita mengagetkan itu,'' tanya Kang Kebul lirih
''Tadi saat saya sedang berjalan kaki menuju ke sini, dan tepat saya lewat di depan
rumah Pak Lurah saya mendegar Pak lurah dan Bu lurah sedang bertengkar hebat.
Entah sebab pertengkarannya, apa tapi saya mendengar di dalam pertengkaran mereka, mereka menyebut nama Sarinah.''.
''lantas yang mengagetkan apa,?'' tanya mas Doeng.
''Apa benar apa yang kamu katakan itu bel,'' tanya Kang Jebul.
''Benar Kang,'' jawab mas Gobel singkat sambil menyambar kopi lagi di atas meja.
''Kalo benar seperti itu berarti ada sesuatu antara mereka, entah sesuatu itu apa?
tapi yang jelas kita harus mencari tahunya,'' uacap Kang Jebul kepada Doeng dan Gobel.
Berita tentang Sarinah dan Pak lurah pun cepat menyebar di seluruh sudut desa,
simpang siur informasi pun terjadi, ada yang bilang Sarinah itu selingkuhan Pak lurah,
ada juga yang bilang Sarinah itu istri sirih Pak lurah. Atau semua itu hanya gosip belaka.
 Entah lah.. Dan Dimana kah keberadaa nya juga entah lah.
Satu bulan berselang tapi tak ada tanda - tanda yang mencurigakan antara pak lurah
dan Sarinah. Pak lurah tetap melakukan aktifitasnya seperti biasa, dan Sarinah pun
tetap ber aktifitas seperti biasa.
Para warga pun menduga kalau itu cuma skedar gosip belaka, dan seandainya iya pun
tak ada bukti yang kuat tentang kedekatan mereka.Bu lurah yang dulunya mara -marah pun sekarang bungkam tak mau komentar.
''Percayalah bu.. Bapak tidak seperti apa yang mereka bilang. Soal yang dulu bapak
 cuma mampir menanyakan surat keterangan janda kepadanya. Apakah sudah punya apa
belum. Cuma itu saja tidak lebih,'' ucap pak lurah ngadem-ademi Bu lurah.
''Iya pak.. Ibu percaya bapak tak akan bohong kepada ibu, soal yang dulu
 ibu marah-marah maaf ya pak,'' jawab bu lurah minta maaf.
''Iya sudah bapak maafkan bu.. Sudah lah tak usah di bahas lagi itu tak penting,''
ucap pak lurah lagi.
''Bapak berangkat kerja dulu ya bu.. Soalnya pagi ini ada rapat di Kecamatam,''
lanjut pak lurah.
''Iya pak hati-hati di jalan ya,'' uacap bu lurah lembut sambil
 mencium tangan pak lurah.
Pak lurah pun meluncur dengan motor besarnya menuju kecamatan.

 Esssstttt...........

 Tapi, tapi, tapi, tunggu dulu sebentar, ternyata di pertigaan pak lurah tiba-tiba
berhenti, dan di pertigaan itu Sarinah sedang duduk menunggu dengan dandanan nya
yang cantik nan sexy.
''Maaf yang Neng, tadi ada sedikit gangguan teknis di rumah jadi agak terlambat,'' ucap pak lurah pada Sarinah.
''Iya tak apa-apa kok mas,'' jawab Sarinah lembut.
Sarinahpun kemudian naik ke atas motor dan pak lurah langsung tarik dengan cepat... Mereka berduapun pergi... Entah kemana tak ada yang tahu...
(Barangkali pembaca ada yang tahu?)
Bersambung...


Kaliwungu, 16-01-16

Labels: