18 October 2017

TAKE THE LEAD : Ber Dansa Untuk Kehidupan, Pendidikan, Dan Kemanusiaan.



Menonton film Take The Lead membuat saya tersenyum, tertawa dan meringis sendiri. Bukan karena filemnya lucu atau kocak tetapi jalan cerita yang disuguhkan sangatlah apik, menarik dan menghibur.

Take The Lead Bercerita tentang seorang penari dansa profosional yang sangat disegani dan terkenal bernama Piierre Dulane yang diperankan oleh Antonio Banderas. Namun demikian tak lantas membuat Piierre Dulane meras cukup dan berpuas hati.

Hingga pada suatu hari dia membuat keputusan yang banyak ditertawakan oleh orang, yaitu menjadi Guru dansa di sebuah sekolah tingkat SMU dikawasan kumuh di New York City, dengan sukarela tanpa mengharap bayaran sedikitpun.

Ternyata keputusanya itu ditertawkan juga oleh murid-muridnya, tapi bukan karena ia mengajar dengan sukarela melainkan karena tarian dansa lebih lekat dikenal sebagi tarian kelas menengah atas orang-orang kulit putih. Para murid di detation class merasa itu semua hanya lelucon belaka.

Tanpa pikir panjang, ia mulai menunjukan kemahiranya dalam menari walaupun tak ada muridnya yang memperhatikanya. Tapi berkat kerja keras dan ketekunanya itu terlihat mulai berhasil, murid muridnya mulai mau belajar menari bersamanya. Sekaligus membuat mereka menyadari bahwa tarian itu adalah milik semua orang dan tidak dimiliki khusus oleh siapapun.

Apalagi kenyataanya mereka menari bukan sekadar menari, melainkan bisa merubah semua sisi kehidupan dan masa depan mereka yang lebih baik. Kesempatan itu sangat terbuka ketika mereka memutuskan untuk mengikuti lomba tari tingkat nasional.

TAKE THE LEAD adalah sebuah film drama musikal yang terinspirasi dari kisah nyata.

Tetapi Dibalik semua itu tersirat sebuah misi perjunagn yang dilakuan oleh Pierre Dulane untuk mengembalikan hak-hak anak itu, untuk menjadi dirinya sendiri. Yang laki-laki supaya bisa menjadi pelindung bagi perempuan, dan yang perempuan supaya merasa aman dan percaya diri.

Apa yang terjadi ketika merka memutuskan mengkuti lomba dansa tingak nasional dan melawan orang-orang kulit putih yang telah memandang sebelah mata mereka. Saat meraka yang berada dikelas terbuang bangkit dan membuktikan kalau mereka juga punya masa depan. ternyata hidup tak semudah itu.

Film Take the Lead bukanlah hanya soal dansa semata, tetapi juga soal hidup, soal pencarian jati diri, bahwa di dalam setiap diri manusia yang keras, pasti ada sesuatu di dalamnya yang ternyata lembut dan manis.

Satu lagi yang saya ingat, tarian dansa dan musik salsa nya benar-bener indah dan enak dinikmati.

Karangnagka (13:18)

Labels: , ,