Saya Pribumi, Saya Menolak PLTPB Gunung Slamet
Table of Contents
Saya Pribumi, Saya Menolak PLTPB Gunung Slamet
Wikipedia menjelaskan bahwa : Pribumi, orang asli, warga negara asli atau penduduk asli adalah setiap orang yang lahir di suatu tempat, wilayah atau negara, dan menetap di sana dengan status orisinal, asli atau tulen (indigenious) sebagai kelompok etins yang diakui sebagai suku bangsa bukan pendatang dari negeri lainnya.
Wikipedia juga menjelaskan, Pribumi itu bersifat autochton (melekat pada suatu tempat). Secara lebih khusus, istilah pribumi ditujukan kepada setiap orang yang terlahir dengan orang tua yang juga terlahir di suatu tempat tersebut.
Secara politis, istilah pribumi dipakai para kolonialis Belanda, sebagai istilah bahasa melayu untukmenyebut Inlanders sebagai salah satu kelompok penduduk Hindia Belanda yang berasal dari suku-suku asli Kepulauan Nusantara.
Oleh karena itu, penduduk Indonesia keturunan Cina, India, Arab (semuanya dimasukkan dalam satu kelompok, Vreemde Oosterlingen), Eropa, maupun campuran sering dikelompokkan sebagai non-pribumi meski telah beberapa generasi dilahirkan di Indonesia.
Pengelompokan ini menurut Wikipedia dalam idea tidak rasistis, karena dapat terjadi perpindahan dari satu kelompok ke kelompok lain, tetapi dalam praktik menjadi rasistis karena terjadi pembedaan penempatan dalam publik, perbedaan pengupahan/penggajian, larangan penggunaan bahasa Belanda untuk kelompok tertentu, dan sebagainya.
Jika mengacu pada pengertian diatas, dapat ditarik kesimpulan (untuk diri saya sendiri) jika, bapak saya lahir di Desa Jingkang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas, ibu saya juga lahir di Desa Jingkang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas dan saya pun lahir juga di Desa Jingkang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas.
Berarti benang merahnya adalah saya merupakan pribumi asli Banyumas, asli lahir di Banyumas, menjadi salah satu bagian dari ribuan warga Banyumas, dan kini saya menyebut diri saya sendiri sebagai Wong Banyumas.
Terkait proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Gunung Slamet, sebagai wong Banyumas saya mengatakan bahawa Saya Menolak proyek pembangunan PLTPB Gunung Slamet tersebut.
Kenapa saya menolak? Pertanyaan tersebut mungkin muncul dipikiran para pembaca sekalian. Baiklah, akan saya kupas nanti pada artikel saya edisi selanjutnya.
Seruput kopinya dulu...
Semoga Slamet tetap Slamet.
#SaveSlamet
19 Oktober 2017
