ZMedia Purwodadi

Menyambut Gagap Gempitanya Jambore Hari Santri GMNU Ajibarang

Table of Contents


Di kotaku, persiapan untuk merayakan harinya orang-orang yang identik dengan peci,sarung,kitab kuning, dan pesantren itu sudah dilakukan jauh-jauh hari. Bukan hanya sebulan atau dua bulan, melainkan sejak hampir setahun silam, perencanaan kegiatan akbar itu mulai digerengseng kan.

Dengan memanfaatkan aplikasi pesan chat berbasis group, disebuah platform media sosial bernama WhatsApp yang sekarang berkembang pesat bak jamur dimusim penghujan, kegiatan akbar memperingati hari santri Nasional itu komunikasikan.

Hari demi hari, bulan demi bulan dilewati. Dua purnama seperti didalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) mungkin terlalu lama. Melainkan hanya berselang satu bulan sebelum hari H pelaksanaan, terbentuk kepanitiaan yang akan menjadi lakon sekaligus sutradara dalam hajat akbar memperingati resolusi jihad para santri dan kiai.

Tak main-main rupanya, seperti namanya Generasi Muda Nahdlatul Ulama, generasi dimana idealisme menjadi tolak ukur pemikiran mereka, dalam spektrum yang kecil, mereka pernah menggentarkan panggung karnaval Ajibarang yang dihelat oleh pemerintah Kecamatan untuk memperingati hari kemerdekaan.

Disaat yang lain dengan sangat PD nya menampilkan kehebatan yang mereka miliki, baik itu prestasi, penghargaan dan berbagi macam atraksi, mereka justru tampil dengan masa hijaunya menyuarakan Tolak Full Day School. Sampai-sampai seorang juri berkata "kon pada melu karnaval malah demo" ("untuk ikut Karnaval, malah demo")

Kembali lagi keatas, 20 - 22 Oktober 2017 nanti, mereka akan kembali menggetarkan jagad Ajibarang dengan kegiatan Jambore Santri yang akan dihelat di lapangan Desa Pandansari. Ribuan peserta se Kecamatan Ajibarang akan mengikuti kegiatan tersebut. Dari mulai siswa madrasah, hingga Rais Syuriah akan mengikutinya.

Tak ketinggalan, sayap pelajar NU dengan IPNU dan IPPNUnya, sayap pemudanya dengan GP Ansor, juga pasukan doreng baret hitam Banser. Para pemudi-pemudi cantik Fatayat NU, serta pasukan pemudi gagah berseragan mirip polwan namun tetap feminim dengan Fatser NUnya, serta ibu kita yang tetap harum namanya Muslimat.

Mereka semua akan mengikuti jambore, atau kemah atau pramuka serta apel akabr memperingati hari santri Nasional Generasi Muda Nahdlatul Ulama Kecamatan Ajibarang pada 22 Oktober 2017 mendatang.

Berbagi even dan rangkaian kegiatan juga telah direncanakan, dari mulai pertunjukan seni hingga festival 1000 hadroh serta orasi kesantrian dan kebudayaan akan digelar untuk meramaikan kegiatan yang rencananya akan menjadi agenda rutin setiap tahunnan.

Namun semoga bukan hanya sekedar gagap gempita nya sebuah acara peringatan hari santri, melainkan juga bisa menladani, mengurai makna dan mencari arti dari nilai nilai luhur kesantrian dan kepesantrenan yang dapat kita ambil dari dari sejarah hari santri Nasional untuk generasi muda NU dimasa datang.


Tulisan ini saya persembahkan khusus bagi mereka Generasi Muda Nahdlatul Ulama Kecamatan Ajibarang, segenap panitia, peserta, juga faunding father GMNU Ajibarang Bapak Slamet Ibnu Ansori yang selalu menjadi teman diskusi dan tak pernah bosan menemani saya ngopi, sembari sesekali tertawa untuk ngulet dan bersiap untuk langkah selanjutnya.

Sekian,
Jingkang, 16 Oktober 2017