ZMedia Purwodadi

Energi Terbarukan, Dari Sampah Menjadi Berkah

Table of Contents


Seorang Warga Banyumas, Berhasil Mengolah Kotoran Kambing Menjadi Gas

Bagi sebagian orang, kotoran kambing atau "Bribil" mungkin hanya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk berbagai macam tanaman. Namun hal itu berbeda bagi Warseno (46) warga RT 01 RW 11 Desa Chionje Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kotoran kambing yang semula hanya bisa dimanfaatkan sebagi pupuk alami saja, kini ditanganya kotoran kambing tersebut telah ia ubah menjadi biogas yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masak-memasak.

Sudah setahun lebih Warseno dan keluarganya mengunakan biogas dari kotoran kambing untuk memasak. Warseno mengaku "Sejak Bulan Mei 2016 lalu saya mencoba membuat biogas, sampai saat ini sudah setahun lebih saya dan keluarganya mengunakan biogas untuk memasak,"katanya.

Selain mengubahnya menjadi biogas, dengan alatnya yang sederhana itu Warseno juga berhasil mengubah kotoran kambing menjadi pupuk organik yang dihasilkan dari proses pembuatan biogas tersebut.

Warseno menjelaskan, "Gas yang dihasilkan oleh kotoran kambing dialirkan melalui paralon, lalu ditampung di wadah besar sebelum masuk ke dapur. Kemudian cairan dan kotoran dialirkan ke penampungan yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik, dan ini sangat bermanfaat untuk tanaman,".

Dalam waktu sehari, gas yang dihasilkan dari kotoran kambing tersebut, kata Warseno bisa digunakan selama empat jam untuk memasak. Dua jam dipagi hari, dan dua jam lagi disore hari, hal itu menurutnya sangat membantu untuk menghemat biaya rumah tanganya.

Kini, berkat ketekunanya membuat biogas itu, pria berusia 46 tahun yang pernah mengenyam pendidikan pertanian di Australia tersebut sering diundang kebeberbagi daerah untuk memberikan pelatihan biogas kepada masyarakat.

"Silakan buat siapa saja yang mau belajar tentang biogas ini saya siap untuk membantu, membagi pengalaman saya.
Kepada pemerintah khususnya pemerintah desa,  saya harap untuk terus mendukung dan membantu apabila warganya berminat untuk membuat biogas seperti ini. Karena terus terang untuk pengadaan peralatan cukup memakan biaya,” Harapnya kepada pemerintah.