Catatan Kecil Kegiatan Hari Santri GMNU Ajibarang
Table of Contents
Tepat seminggu yang lalu, kita bersama-sama melakukan upacara atau apel untuk menggenang peristiwa heroik resolusi jihad para kiai dan santri mempertahankan kemerdekaan Indonesia, apel tersebut menjadi menjadi puncak dari semua rangkaian kegiatan jambore hari santri 22 Oktober 2017 yang digelar oleh Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdlatul Ulama Kecamatan Ajibarang.
Jambore hari santri adalah sebuah event besar, event yang melibatkan hampir seluruh komponen Nahdlatul Ulama di Kecamatan Ajibarang. Dari mulai pelajar hingga orang tua, tua dan muda, remaja dan pemuda, hingga pedagang kopi, roti martabak,pop ice, sampai nasi bungkus juga ikut terlibat.
Media pun berbondong-bondong datang, meliput kegiatan dan memberitakan semua hal yang terjadi dalam event tersebut. Media nasional, lokal, hinga blog berita ecek-ecek juga tak kalah menuliskannya. Sehingga, kegiatan yang nyatanya sudah besar, menjadi semakin besar pula berkat media.
Tentunya plus minus media juga ada, namun tak akan saya bahas sekarang, karena tentunya banyak yang sudah paham, dan takutnya tulisan ini menjadi semakin berkembang ora genah, sehingga membuat orang gagal paham.
* * * * *
Hari Santri, diambil dari kata santri, menurut pangendikane KH Mustofa Bisri (Gus Mus) Bukan hanya mereka yang di pesantren, melainkan siapapun orang yg gemar mengaji adalah santri. Kalau kau gemar mengaji, berarti kau adalah santri. Yah walaupun ngajinya cuma tiap malam jumat manis di Masjid Mabbaul ulum Ajibarang Kulon, gak apa-apa, kalian tetap Santri.
Nah, mumpung masih dalam suasana mambu hari santri, mari kita rayakan hari rayanya orang-orang yang gemar mengaji itu dengan menggiatkan kembali budaya diskusi keilmuan melalui berbagi macam forum, salah satunya jumat manisan atau forum forum kecil yang lain yang serat akan keilmuan di Kecamatan Ajibarang.
Angkat cangkir kopinya kawan...
Kifayatul Ahyar
