ZMedia Purwodadi

RONGGENG

Table of Contents
RONGGENG









Malam itu suasana riuh dan rami. Suara gamelan saling bertautan, kendang,kenong saron dan gong berkolaborasi membentuk suatu alunan nada yang khas irama jawa banyumasan. Bisik-bisik penoton yang seolah malu-malupun lama kelmaan menjadi sorakan yang semakin menambah kesan keramaian, tak lupa bunyi suit-suit dari bibir seorang pemuda juga semakin menambah suasana gagap gempita.

Malam itu adalah malam resepsi agustusan, yang tentunya diadakan unutk memperingati hari kemerdekaan  Negara Indonesia 17 agustus 1945, yah walopun tanpa bener bertuliskan Malam reserpi agustusan untuk memperingati kemerdekaan, tapi apalah arti sebuah tulisan yang bagi sebagian orang memeang tak begitu perlu untuk pasangkan. karena yang penting kemeriahannya bukan bener tulisanya.red:katanya

Sekitar pukul 20.15 acara mulai dibuka dengan sepatah kata dari ketua panitia dan pejabat desa setempat. memang seperti biasa setiap acara-acara yang ber nuansa agak formal ya di awali dengan seperti itu, tetapi ada hal yang menurut saya sangat menarik pada saat ketua panitia menyampaikan sambutanya. kurang lebih begini

“Malam ini, untuk kali pertamanya karang nangka nangap ronggeng”

Mendegar itu saya mulai berfikir dan beribu pertanyan pun muncul di benak saya. bahasa kerennya naluri kewartawanku mulai muncul untuk bertanya-tanya “apakah bener ini  unutk kali pertmanya?” kalau memeng benar “kenapa dari dulu tak ada?”  kalau bener tak ada “kenapa sekarang ada?” yah sekarang ada ”apa penyebabnya hinga sampai ada?”

Bersambung…



31 Agustus 2016